Rabu, 13 November 2013
BAHAGIA ITU SEDERHANA
Duduk seorang gadis manis bernama Meta, Yang sedang menunggu kakaknya menjemput.
Sambil merenung, terlintas dalam benaknya keluh kesah yang dialaminya hari itu.
Betapa menyebalkannya ia harus bekerja dengan susah payah dan letih.
Ingin rasanya ia rehat dari aktivitasnya bekerja dan istirahat dengan nyamannya di rumah seperti yang dilakukan oleh adik-adiknya.
Ingin rasanya ia menikmati teh hangat dan membaringkan badannya setelah ia bekerja seharian ini.
Namun, semenjak kepergian Ibu, keadaanya tidak lagi sama.
Sepulang kerja ia harus membereskan rumah, membuatkan makan malam untuk adik dan Ayah yang sangat dicintainya.
Betapa lelahnya, itulah pikirnya.
Hari semakin sore, tanpa terasa sudah setengah jam Meta menunggu kakaknya yang belum juga datang menjemputnya.
"Duh, kemana yah kakakku ini" gumamnya dalam hati.
Tiba-tiba datang seorang laki-laki setengah tua duduk di sampingnya.
Ia terlihat begitu lelah, dengan mendorong gerobak yang berisi Jerigen air.
Keringat membasahi bajunya. Seraya ia duduk mengistirahatkan tubuhnya.
"Neng, nunggu jemputan?" sapanya kepada Meta.
"Iya, pak. Bapak jual atau habis mengambil air? " Tanya Meta.
"Iya, ini bapak menjual air, karena air dikawasan sini kan kurang bagus, jadi Bapak menjual air bersih di sini" Jelasnya bapak itu.
"Neng kerja dimana?" tanyanya Bapak itu.
"saya kerja di gedung ini pak" Meta menunjuk gedung yang ada dibelakangnya.
Entah kenapa, tiba-tiba Meta teringat oleh Ayahnya di rumah setelah ia melihat bapak ini, dan ingin rasanya ia cepat pulang ke rumah dan melihat Ayahnya.
"Bapak rumahnya dimana?" tanya Meta.
"Bapak rumahnya jauh neng, mangkanya bapak istirahat sebentar. Tapi ya namanya kerja, mencari nafkah untuk anak-anak sekolah. Biar nanti anak-anak Bapak bisa menyelesaikan sekolah dan bekerja di kantoran seperti neng. Siapa tau bisa membantu Bapak nanti, ya kan neng?" Kata Bapak itu.
Matanya berbinar, seraya ia ingin apa yang diharapkannya untuk anak-anak nya itu tercapai dan menjadi kenyataan suatu hari nanti.
"Iya, pak..Semoga apa yang Bapak inginkan akan terkabul nanti, ya pak?" jawab Meta singkat.
"Amiin" Jawab Bapak itu
"Amin" Meta menimpalinya
"Bapak sudah lama menjual air?" Tanya Meta.
"Ia neng, sudah puluhan tahun. Ya beginilah neng, hidup. Kan Engga selamanya kita bisa mendapatkan semua kemauan yang diinginkan. Apa yang ada dijalani dan disyukuri. Selama kita bisa menerima apa yang kita punya, segala hal berat akan terasa ringan neng. Yang terpenting terus berusaha dan berdoa. Ya kan neng?"
" Iya pak," Jawab Meta singkat
Tak berapa lama, Meta membeli sebotol air mineral untuknya, Ia iba karena Bapak itu terlihat lelah dan haus.
"Duh neng, ga usah neng..ngerepotin" Ujar Bapak itu.
"Engga kok pak, ini kan cuma air aja" kata Meta kepadanya
"Terima kasih ya neng" Jawabnya kepada Meta.
Mereka pun berbincang-bincang.
Tak berapa lama Bapak itu bangun dari duduknya dan hendak pergi dengan gerobaknya.
"Bapak duluan ya neng, Bapak ingin cepat ketemu dengan anak-anak bapak di rumah"
"Iya, pak" jawab Meta singkat.
Tak lama kemudian, akhirnya kakak yang ditunggu-tunggu Meta datang menjemput.
Dalam perjalanan pulang Meta selalu teringat akan Bapak itu. ia teringat akan nasihat yang diberikan oleh Bapak itu.
Meta pun bergumam dalam hatinya.
Betapa mulia Bapak ini, menjalani semuanya dengan ikhlas.
Semua dilakukannya untuk orang yang dicintainya.
Betapa bodohnya aku yang begitu banyak mengeluh.
Betapa aku tidak mensyukuri apa yang sudah aku dapatkan dan miliki.
Betapa aku sangat menyayangi Ayahku, betapa aku begitu ingin selalu memberikan yang terbaik untuk Ayahku.
Betapa sesungguhnya segalanya akan menjadi lebih indah jika kita dapat menerima.
Betapa semuanya menjadi "ringan" jika kita menjalani semuanya dengan tulus, tanpa mengeluh.
Betapa kebahagiaan terindah bukanlah karena kita mempunyai segalanya.
Namun kebahagiaan itu sederhana..
Bahagia itu cukup dimulai dengan mensyukuri apa yang kita punya, yang sudah diberikan oleh Tuhan kepadaku..
Regards
Rahayu handayani
Minggu, 10 November 2013
Dear God...
Dear God..
Jika masih ada waktu untukku,.
ijinkan aku menikmati ibadahku..
Jika masih tersisa waktu untukku,.
ijinkan aku untuk menimang berkahMu..
Tiada wanita yang sempurna..
atau mungkin tidak seorang pun sempurna..
namun, satu hal dalam doaku..
aku memohon kepadaMu Tuhanku..
jadikan aku wanita sempurna..
Dear God..
dalam letihku yang tersisa..
airmata ini seperti sudah tak lagi ada..
kekuatan ku seakan menopang dengan satu tongkat penyangga..
aku ingin kuat Tuhan,
walau hanya dalam satu jentikan jari saja..
karena aku tahu..
dalam luka selalu ada tawa..
dalam doa selalu ada asa..
dalam jiwa selalu ada cinta..
Dear god..
ijinkan aku untuk menata kembali cinta..
bukan untuk airmata..
tapi untuk bahagia..
ijinkan aku untuk merangkainya..
bukan karena aku, dia atau siapapun..
namun karena Mu..
itu saja..
Best regards
Rahayu Handayani
Langganan:
Komentar (Atom)
