}

snow

Many Thanks For Visit My Blog

Rabu, 13 November 2013

BAHAGIA ITU SEDERHANA



Duduk seorang gadis manis bernama Meta, Yang sedang menunggu kakaknya menjemput.
Sambil merenung, terlintas dalam benaknya keluh kesah yang dialaminya hari itu.
Betapa menyebalkannya ia harus bekerja dengan susah payah dan letih.
Ingin rasanya ia rehat dari aktivitasnya bekerja dan istirahat dengan nyamannya di rumah seperti yang dilakukan oleh adik-adiknya.
Ingin rasanya ia menikmati teh hangat dan membaringkan badannya setelah ia bekerja seharian ini.
Namun, semenjak kepergian Ibu, keadaanya tidak lagi sama.
Sepulang kerja ia harus membereskan rumah, membuatkan makan malam untuk adik dan Ayah yang sangat dicintainya.
Betapa lelahnya, itulah pikirnya.

Hari semakin sore, tanpa terasa sudah setengah jam Meta menunggu kakaknya yang belum juga datang menjemputnya.
"Duh, kemana yah kakakku ini" gumamnya dalam hati.
Tiba-tiba datang seorang laki-laki setengah tua duduk di sampingnya.
Ia terlihat begitu lelah, dengan mendorong gerobak yang berisi Jerigen air.
Keringat membasahi bajunya. Seraya ia duduk mengistirahatkan tubuhnya.
"Neng, nunggu jemputan?" sapanya kepada Meta.
"Iya, pak. Bapak jual atau habis mengambil air? " Tanya Meta.
"Iya, ini bapak menjual air, karena air dikawasan sini kan kurang bagus, jadi Bapak menjual air bersih di sini" Jelasnya bapak itu.
"Neng kerja dimana?" tanyanya Bapak itu.
"saya kerja di gedung ini pak" Meta menunjuk gedung yang ada dibelakangnya.
Entah kenapa, tiba-tiba Meta teringat oleh Ayahnya di rumah setelah ia melihat bapak ini, dan ingin rasanya ia cepat pulang ke rumah dan melihat Ayahnya.
"Bapak rumahnya dimana?" tanya Meta.
"Bapak rumahnya jauh neng, mangkanya bapak istirahat sebentar. Tapi ya namanya kerja, mencari nafkah untuk anak-anak sekolah. Biar nanti anak-anak Bapak bisa menyelesaikan sekolah dan bekerja di kantoran seperti neng. Siapa tau bisa membantu Bapak nanti, ya kan neng?" Kata Bapak itu.
Matanya berbinar, seraya ia ingin apa yang diharapkannya untuk anak-anak nya itu tercapai dan menjadi kenyataan suatu hari nanti.
"Iya, pak..Semoga apa yang Bapak inginkan akan terkabul nanti, ya pak?" jawab Meta singkat.
"Amiin" Jawab Bapak itu
"Amin" Meta menimpalinya
"Bapak sudah lama menjual air?" Tanya Meta.
"Ia neng, sudah puluhan tahun. Ya beginilah neng, hidup. Kan Engga selamanya kita bisa mendapatkan semua kemauan yang diinginkan. Apa yang ada dijalani dan disyukuri. Selama kita bisa menerima apa yang kita punya, segala hal berat akan terasa ringan neng. Yang terpenting terus berusaha dan berdoa. Ya kan neng?"
" Iya pak," Jawab Meta singkat
Tak berapa lama, Meta membeli sebotol air mineral untuknya, Ia iba karena Bapak itu terlihat lelah dan haus.
"Duh neng, ga usah neng..ngerepotin" Ujar Bapak itu.
"Engga kok pak, ini kan cuma air aja" kata Meta kepadanya
"Terima kasih ya neng" Jawabnya kepada Meta.
Mereka pun berbincang-bincang.
Tak berapa lama Bapak itu bangun dari duduknya dan hendak pergi dengan gerobaknya.
"Bapak duluan ya neng, Bapak ingin cepat ketemu dengan anak-anak bapak di rumah"
"Iya, pak" jawab Meta singkat.

Tak lama kemudian, akhirnya kakak yang ditunggu-tunggu Meta datang menjemput.
Dalam perjalanan pulang Meta selalu teringat akan Bapak itu. ia teringat akan nasihat yang diberikan oleh Bapak itu.
Meta pun bergumam dalam hatinya.
Betapa mulia Bapak ini, menjalani semuanya dengan ikhlas.
Semua dilakukannya untuk orang yang dicintainya.
Betapa bodohnya aku yang begitu banyak mengeluh.
Betapa aku tidak mensyukuri apa yang sudah aku dapatkan dan miliki.
Betapa aku sangat menyayangi Ayahku, betapa aku begitu ingin selalu memberikan yang terbaik untuk Ayahku.
Betapa sesungguhnya segalanya akan menjadi lebih indah jika kita dapat menerima.
Betapa semuanya menjadi "ringan" jika kita menjalani semuanya dengan tulus, tanpa mengeluh.
Betapa kebahagiaan terindah bukanlah karena kita mempunyai segalanya.
Namun kebahagiaan itu sederhana..
Bahagia itu cukup dimulai dengan mensyukuri apa yang kita punya, yang sudah diberikan oleh Tuhan kepadaku..

Regards
Rahayu handayani


Minggu, 10 November 2013

Dear God...




Dear God..
Jika masih ada waktu untukku,.
ijinkan aku menikmati ibadahku..
Jika masih tersisa waktu untukku,.
ijinkan aku untuk menimang berkahMu..
Tiada wanita yang sempurna..
atau mungkin tidak seorang pun sempurna..
namun, satu hal dalam doaku..
aku memohon kepadaMu Tuhanku..
jadikan aku wanita sempurna..

Dear God..
dalam letihku yang tersisa..
airmata ini seperti sudah tak lagi ada..
kekuatan ku seakan menopang dengan satu tongkat penyangga..
aku ingin kuat Tuhan,
walau hanya dalam satu jentikan jari saja..
karena aku tahu..
dalam luka selalu ada tawa..
dalam doa selalu ada asa..
dalam jiwa selalu ada cinta..

Dear god..
ijinkan aku untuk menata kembali cinta..
bukan untuk airmata..
tapi untuk bahagia..
ijinkan aku untuk merangkainya..
bukan karena aku, dia atau siapapun..
namun karena Mu..
itu saja..


Best regards
Rahayu Handayani

Minggu, 27 Oktober 2013

Satu Detik Yang Terlewat



Satu detik yang terlewat..

Satu detik terlewat..
Mungkin hanyalah waktu singkat yang tersirat tanpa ada makna yang berarti..
Tanpa terasa satu detik terlewati tanpa tau apa hal yang tersirat di dalamnya..
cinta..cita...memiliki atau bahkan kehilangan akan hal yang sangat amat berarti dalam hidup kita..

Tuhan memiliki banyak cara agar selalu mengingatNya..
Tanpa disadari satu detik terlewati dengan canda, tawa, airmata atau bahkan musibah..
semuanya terjadi seraya dalam satu jentikan jari saja.
Semua yang ada memang bukanlah milik kita..
Apapun yang kita punya pada akhirnya akan kembali kepada pemilik sesungguhnya..
ya kembali kepada Dia..

Tanpa terasa satu detik terlewat..
Baik dengan seseorang yang kita sayangi atau bahkan yang kita benci..
Mencoba mengerti semua yang terjadi..
Dan apa makna yang tersirat akan semua hal yang terjadi..
Menutupi luka dengan senyum..canda dan tawa..
Tanpa ingin satu orang pun tahu apa yang terjadi..

Satu detik terlewat...
betapa berharganya waktu yang aku miliki..
betapa nikmatnya waktu yang aku miliki..
Tanpa tau jika 5 menit kedepan aku tidak bisa menatapnya lagi tawanya..
candanya..
senyumnya..
tingkahnya..
segalanya yang ada padamu..
dan ingin aku mengucapkan.
betapa aku sangat mencintaimu Mama...

Aku sangat merindukanmu Mama..
seraya semua bagaikan mimpi..
seraya semua terasa sepi..
aku selalu berharap dapat kembali menikmati satu detik bersamamu Mama..

Tenanglah di sana..
aku akan selalu mendoakan mu Mama..
Selalu dan Selamanya...

Rahayu Handayani

Senin, 11 Februari 2013

Dalam Duka Tersirat Hikmah



Hikmah

Kala itu pagi sangat cerah, aku pun keluar menuju teras rumah untuk menghirup udara pagi yang cerah.
Tak kulihat kedua orangtua ku, pasti Papa dan Mamaku sedang sibuk dengan pekerjaannya. Sepertinya hari ini jam kuliah pertama akan dimulai siang nanti. Aku masih punya waktu untuk bersiap-siap sebelum aku pergi ke kampus.

Seperti biasa bik Minah membantuku untuk membuat sarapanku. Bik Minah sudah sangat lama membantu keluargaku, sedari aku balita ia sudah membantu keluargku. Meskipun bukan dari keluargaku, aku sangat menyayangi Bik Minah, seperti aku menyayangi kelurgaku sendiri.

Hari sudah siang, aku bersiap-siap pergi ke kampus. Dengan mengendarai mobilku, akupun berangkat ke kampus.
“Awas!!!”
Ku dengar suara dari kejauhan. Aku dengan semerta merta kaget dan segera menginjak rem.
Entah bagaimana, aku menabrak seorang Bapak Tua yang sedang mendorong gerobak, “Ya Tuhan!!!” Tapi terlambat, mobilku sudah mengenainya dan gerobaknya, aku begitu ketakutan. Banyak orang mendatangi mobilku. Aku sangat takut mereka main hakim kepadaku. Akhirnya aku memberanikan diri keluar dari mobilku dan melihat keadaan Bapak itu.
“Maaf, pak. Ayo segera ke Rumah Sakit Pak” ucapku kepada Bapak itu.
Beberapa warga membantunya menaiki ke mobilku, dan aku segera ke Rumah Sakit. 

Sesampainya di Rumah Sakit, Bapak itu segera diperiksa dan diobati.
Bapak itu tidak ingin dirawat, ia ingin aku mengantarnya pulang, “Nak, tolong antar Bapak pulang. Luka Bapak tidak terlalu parah kok, Pasti anak dan istri Bapak menunggu Bapak. Bapak tidak ingin mereka khawatir” Bapak itu berkata.
“Iya pak, tentu saja. Saya akan bertanggung jawab terhadap Bapak, sampai Bapak sembuh” Jawabku.

Dalam perjalanan pulang ke rumahnya, aku bertanya siapa nama Bapak itu,
 “Panggil saya Pak Hasan, nak” Jawab Bapak itu singkat.
Akupun tidak banyak bertanya kepadanya, biar Pak Hasan istirahat dalam perjalanan menuju rumahnya dan sesekali memberikan petunjuk jalan menuju rumahnya.

Sesampainya di rumah Pak Hasan, rasa takut menderaku. Aku takut keluarga Pak Hasan marah kepadaku karena aku menabrak Pak Hasan. Sambil membantu dan menopang Pak Hasan menuju ke dalam rumah, aku berdoa. Hatiku berdebar keras karena rasa takut teramat sangat.
“Ya Allah pak, kenapa?” Jawab seorang wanita, yang ternyata adalah istri Pak Hasan.
“Maaf bu, saya tidak sengaja menabrak Pak Hasan. Saya akan bertanggung jawab sampai Pak Hasan sembuh” jawabku menjelaskan.
Tanpa kuduga, Bu Hasan tersenyum, “Iya, yang namanya musibah kan tidak diketahui. Terima kasih sudah mengurus Bapak dan mengantarnya kesini. Adik sudah sangat baik mau bertanggung jawab. Saya sangat bersyukur, Bapak tidak terkena tabrak lari” Jawab bu hasan sambil tersenyum.
Ya Tuhan, Bu Hasan sangat baik dan sangat ikhlas menerima bahwa suaminya terkena musibah karena aku menabraknya. Aku sangat merasa bersalah. Jarang sekali orang seperti Bu Hasan dan Pak Hasan. Dalam keterbatasan ekonomi, mereka masih mempunyai hati yang sangat baik.
“Nama adik siapa?” Tanya Bu Hasan sambil memberikan aku dan Pak Hasan segelas teh hangat.
“Nama saya Meta, bu.” Jawabku.
Dan akupun berbincang bincang dengan Bu Hasan, sambil ia membasuh Pak Hasan dengan air hangat. Bu Hasan banyak bercerita tentang keluarganya. Ia bercerita, usaha Pak Hasan adalah Jual Beli barang bekas. Mereka memiliki seorang anak perempuan masih sekolah di kelas 2 (dua) SMK, bernama  Yuli.  Dan banyak yang Bu Hasan ceritakan. Ia begitu lembut dan baik hati, tutur katanya sangat khas, aku sangat menyukai cara Bu Hasan bercerita. Entah kenapa mengingatkanku dengan Mama ketika sedang membaca dongeng sebelum aku tidur ketika aku kecil dulu.

“Asslamuailaikum” Jawab seorang anak perempuan yang baru saja  datang. Ia mengenakan baju sekolah, sepertinya baru pulang dari sekolahnya.
“Sepertinya ini anak mereka yang bernama Yuli”, pikirku dalam hati
“Yul, kenalkan ini Meta” Ucap bu Hasan.
Kami pun berjabat tangan sambil menyebut nama masing-masing. Dan Bu Hasan menceritakan semua yang terjadi dengan Pak Hasan. Seperti kedua orangtuanya, Yuli juga merupakan anak yang baik. Ia pun tidak marah atau membenciku karena aku sudah menabrak Ayahnya. Aku juga merasakan kedekatan mereka, mereka saling tertawa dan bercanda. Meskipun mereka adalah hidup dalam kesederhanaan. Rumah mereka pun sangat sederhana, dengan daerah yang masih kampung. Tidak ada Sofa di ruang tamu, hanya beralaskan tikar. Sangat sederhana, tapi aku melihat kebersamaan, canda dan tawa dalam keluarga mereka. Tidak sepertiku, yang hidup serba kecukupan, tapi tidak ada canda, tawa dan kebersamaan dengan kedua orangtuaku. Karena kedua orangtuaku sangat sibuk dengan pekerjaan mereka. Aku pun hanya ditemani oleh Bik Minah di rumah. Sudah lama aku tidak merasakan kebersamaan seperti ini, tanpa aku sadari aku terharu dan meneteskan airmata. Aku sangat merindukan suasana seperti ini di rumahku.
“Kamu kenapa sedih, Met?” Tanya Bu Hasan.
“Oh, tidak bu. Aku sangat menyukai keluarga ini. Sangat harmonis dan banyak kebersamaan. Kalau di rumah saya, kedua orangtua saya terlalu sibuk bu, jadi saya malah jarang ketemu mereka” jawabku.
“Sabar saja Met, mereka bekerja kan untukmu juga” Jawab Bu Hasan menghiburku.

Hari sudah malam, akupun berpamitan untuk pulang. Dalam perjalanan menuju ke rumah, aku merenung dan membayangkan betapa Pak Hasan dan keluarganya begitu bahagia meskipun dengan keterbatasan ekonomi. Sedangkan aku sudah lama tidak merasakan kebahagiaan seperti itu dikeluargaku. Mungkin terakhir kali aku merasakan kebersamaan seperti itu, ketika aku duduk dibangku SD. Sekarang Papahku begitu sibuk dengan pekerjaannya, begitu juga dengan Mama. Aku sangat merindukan mereka seperti dulu. Meskipun dulu aku tidak berkecukupan seperti sekarang, tapi aku lebih menyukai suasana rumahku yang dulu.

Keesokan harinya, aku kembali ke rumah Pak Hasan, aku menepati janjiku untuk terus bertanggung jawab sampai Pak Hasan sembuh dan membelikan Pak Hasan gerobak baru. Aku sangat menyukai waktu bersama mereka. Aku merasa sudah sangat dekat dengan mereka, aku seperti tidak ingin melepaskan kebersamaan ini.

Tanpa terasa sudah seminggu setelah aku menabrak Pak Hasan, kondisi Pak Hasan sudah jauh membaik. Dan aku sudah sangat dekat dengan mereka. Sepulang kuliah aku selalu menyempatkan waktu untuk mengunjungi mereka. Mungkin dalam beberapa hari lagi, pak Hasan sudah dapat bekerja kembali. Dan aku tidak akan berhenti mengunjungi mereka. Aku sangat menyukai bersama mereka.

Setelah lama memikirkannya, Akhirnya tercetus ideku untuk Pak Hasan. Dan aku akan meminta persetujuan Papaku untuk itu. Tanpa di duga Papa menyetujuinya, aku sangat bahagia.

Akhirnya aku setiap hari bisa bertemu mereka. Pak Hasan membantu keluargaku dan menjadi Tukang kebun di rumahku merangkap supir di rumahku. Yuli, setelah lulus SMK akhirnya dapat melanjutkan kuliah, karena Papaku membantu biaya kuliahnya. Dan Bu Hasan membantu pekerjaan Bik Minah di dapur. Akhirnya aku dapat terus merasakan kebersamaan mereka, tawa dan canda kembali hadir di rumahku. Aku sangat bersyukur telah bertemu Pak Hasan, meskipun harus dengan cara menabraknya. Tapi, ternyata dibalik itu tersimpan kebahagiaan dan hikmah yang tak terhingga untukku. Rasa syukur yang tak terhingga aku hanturkan, betapa menyenangkan kebersamaan ini. Terlebih lagi sekarang Papa dan Mamaku sudah mengurangi kesibukan mereka. Dan kami semakin sering bersama.
“Terima kasih Tuhan, atas kebersamaan ini”, doaku dalam hati dan tanpa terasa aku meniitikkan airmata haru.

Sekian


Semoga bermanfaat yaa ;)
Best Regrads

Minggu, 27 Januari 2013

Amazing Kids - Berhati Mulia dan Membuat Perubahan

Amazing Kids



Anak - Anak....
Apa yang terlintas bagi kamu tentang anak-anak ?
Lucu, menggemaskan, riang, tawa, menggemaskan, tentunya.

Tanpa dinyana ternyata banyak anak-anak yang sudah memiliki hati seperti layaknya orang dewasa, bahkan melebihi orang dewasa. Karena, tidak jarang orang dewasa yang justru seharusnya mengayomi dan menyayangi anak-anak, justru malah menyakiti dan melakukan kekerasan terhadap anak. Lalu bagaimana dengan anak-anak yang melakukan perubahan dan perubahan tersebut berguna untuk orang banyak? Tentu, akan memberikan banyak hati tergugah dan bahkan memberikan inspirasi. 

Nah, berikut adalah anak-anak yang tidak hanya berprestasi tapi juga membuat perubahan bagi banyak orang :



Dylan Mahalingam
Dylan Mahalingam 

Pada usia 9 tahun, Dylan Mahalingam mendirikan Lil ' MDGs, sebuah pembangunan internasional nirlaba dan organisasi pemberdayaan pemuda dan inisiatif  Jayme's Fund. Misi Lil 'MDGs adalah untuk memanfaatkan kekuatan media digital untuk melibatkan anak-anak dalam Tujuan Pembangunan PBB atau Millennium Development Goals (MDGs). Organisasinya telah memobilisasi lebih dari 3 juta anak-anak di seluruh dunia untuk bekerja pada berbagai isu, dengan lebih dari 24.000 relawan reguler yang berasal dari 41 negara. Dylan adalah seorang pembicara muda bagi PBB serta kepala strategi dan duta proyek Under Acacia tersebut. Ia banyak menerima penghargaan internasional dan nasional, Dylan sekarang berusia 15 tahun dan seorang mahasiswa di Akademi Pinkerton di New Hampshire.





Alexandra 'Alex' Scott
Alexandra 'Alex'

Alexandra'Alex' Scott lahir di Connecticut pada tahun 1996, dan didiagnosis dengan neuroblastoma, sejenis kanker anak. Pada tahun 2000, ketika ia berumur 4 tahun, dia memberitahu ibunya dia ingin memulai membuat limun (Jus Lemon) untuk mengumpulkan uang bagi dokter untuk "membantu anak-anak lain, seperti mereka membantu saya." Itulah yang dikatakan Alex. Pertama kalinya ia berjualan limun, ia mendapatkan uang sebanyak $ 2.000 (Dollar) dan ia mendirikan Yayasan "Lemonade Stand Alex". Alex melanjutkan mendirikan Yayasan ini sepanjang hidupnya, pada akhirnya hasilnya meningkat dan berhasil mendapatkan lebih dari $ 1 juta (Dollar) yang digunakan untuk penelitian kanker. Dia akhirnya meninggal pada bulan Agustus 2004 pada usia 8 tahun. Saat ini, “Lemonade Stand Alex “telah mensponsori akhir pekan penggalangan dana nasional setiap bulan Juni yang disebut dengan Hari Limun (Lemonade Days). Setiap tahun, sebanyak 10.000 relawan di lebih dari 2.000 di seluruh bangsa. “Lemonade Stand Alex” membuat perbedaan bagi anak-anak yang menderita kanker.





Ryan Hreljac
Ryan Hreljac

Pada tahun 1998, Ryan Hreljac yang saat itu masih berusia 6 tahun, terkejut mengetahui bahwa anak-anak di Afrika harus berjalan beberapa kilometer setiap hari hanya untuk mengambil air. Ryan memutuskan ia perlu untuk membangun sebuah sumur untuk sebuah desa di Afrika. Dengan melakukan pekerjaan rumah tangga dan berbicara di depan umum tentang isu-isu air bersih, sumur pertama Ryan dibangun pada tahun 1999 di Sekolah Dasar Angolo di sebuah desa Uganda utara. Tekad Ryan tersebut akhirnya membuat Yayasan yang dinamakan Ryan's Well Foundation, yang telah menyelesaikan 667 proyek di 16 negara, membawa akses terhadap air bersih dan sanitasi untuk lebih dari 714.000 orang. Saat ini, Ryan (20 tahun) seorang mahasiswa di Universitas King College di Halifax.





Katie Stagliano
Katie Stagliano

Pada tahun 2008, 9 tahun Katie Stagliano membawa pulang bibit kubis kecil dari sekolah sebagai bagian dari Program Kubis Tanaman Bonnie Kelas 3 (Tiga). Dan ia pun merawat kubis nya, hingga tumbuh sampai 40 pon. Katie meyumbangkan kubisnya ke dapur sup ​​di mana ia membantu untuk memberi makan lebih dari 275 orang. Digerakkan oleh pengalaman tersebut, dan melihat banyak orang bisa mendapatkan keuntungan dari sumbangan produk segar kubisnya yang dapat digunakan oleh dapur umum, Katie memutuskan untuk memulai membuat kebun sayuran dan menyumbangkan panennya untuk membantu orang yang membutuhkan pakan. Saat ini, Katie's Krops sudah menyumbangkan ribuan pon produk segar dari kebun untuk banyak organisasi dan membantu orang yang membutuhkan. Katie pun sekarang sebagai salah satu seorang mahasiswa 14 tahun di Sekolah Preparatory Pinewood di Summerville.






Divine Bradley

Divine Bradley

Pada tahun 1999, 17 tahun Divine Bradley memutuskan untuk memulai sebuah pusat komunitas bagi Pelayanan Canarsie dilingkungannya, Brooklyn. Setelah menyadari bahwa ada peluang positif bagi pemuda beberapa setelah sekolah, Divine terhubung dengan pemuda masyarakat dan memulai rencana untuk menyediakan outlet untuk menyalurkan ekspresi kreatif pemuda masyarakat di lingkungannya. Pada tahun 2000, Divine pun membentuk organisasi nirlaba “ Team Revolution “. Pada tahun 2002, “ Team Revolution “ telah mengumpulkan dana sebanyak $ 25.000 (Dollar), yang telah digunakan untuk mengkonversi setengah dari rumah orang tuanya menjadi pusat kegiatan masyarakat. Saat ini, “ Team Revolution “ difokuskan pada menjangkau hampir setiap anak-anak, menciptakan generasi berikutnya pemimpin masyarakat dan pengusaha sosial dan lingkungan pemberdayaan pendidikan bagi masyarakat di masyarakat yang kurang beruntung.






Anne Frank
Anne Frank

AnneFrank , mungkin korban Yahudi yang paling terkenal dari Holocaust Nazi Perang Dunia II. Frank, lahir 12 Juni 1929, ia telah diberikan buku harian pada usia 13, di mana dia mencatat hidupnya dari tahun 1942 hingga tahun 1944. Selama waktu itu, Anne menghabiskan dua tahun bersembunyi bersama keluarganya di Amsterdam yang telah diduduki Nazi di dalam Paviliun rahasia bersama dengan empat orang Yahudi lainnya. Dikhianati dan ditemukan pada tahun 1944, Anne dikirim ke kamp konsentrasi Bergen-Belsen, di mana ia meninggal karena tifus pada tahun 1945. Ayah Anne, Otto Frank, adalah penghuni satu-satunya dalam Paviliun rahasia yang bertahan hidup dimasa perang. Pada tahun 1947, ia menerbitkan buku harian Anne sebagai akun Anne tentang pemakaman nya "The Diary of a Young Girl.", Serta keyakinan yang mendalam dalam kebaikan umat manusia dalam kekejaman perang, telah menjadi salah satu buku dunia yang paling banyak dibaca . Ini adalah bukti kasih karunia yang luar biasa yang mungkin ada dalam jiwa manusia.





Louis Braille

Louis Braille

Louis Braille lahir pada tahun 1809 di Coupvray, Prancis. Pada usia 3 tahun, ia mengalami cedera pada mata kiri dan buta. Ia Belajar di Royal Institute for Youth Blind di Paris, Louis menemukan sistem membaca dan menulis untuk orang buta yang melibatkan titik timbul, yang saat ini dikenal sebagai Braille. Pada usia 19 tahun, Braille menjadi guru full time di Royal Institute, di mana ia tinggal di sana sampai kematiannya pada usia 43.

Saat ini, Braille adalah metode sentuhan yang universal digunakan menulis dan membaca untuk orang buta. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang dewasa dengan cacat bawaan buta "yang belajar membaca menggunakan Braille memiliki tingkat kerja yang lebih tinggi dan tingkat pendidikan, lebih mandiri secara finansial, dan menghabiskan lebih banyak waktu membaca daripada mereka yang belajar membaca menggunakan cetak."




Claudette Colvin
Claudette Colvin

Rosa Parks dihargai karena memulai gerakan hak-hak sipil di Montgomery, Alabama. Pada tahun 1955 ketika ia menolak menyerahkan kursinya kepada warga kulit putih di bus terpisah (Bus umum yang digunakan untuk kulit putih). Tapi 15 tahun anak perempuan Afrika-Amerika bernama Claudette Colvin, telah menolak untuk melepaskan kursinya sembilan bulan sebelum Rosa Parks melakukan hal yang sama. Ditangkap tahun 1955, Claudette adalah seorang mahasiswa di Sekolah Tinggi Booker T. Washington, yang sering naik bus menuju ke sekolah. Akhirnya, dia menantang hukum di pengadilan Browder V Gayle. Saat ini Colvin adalah seorang pensiunan yang tinggal di Bronx, NY . gugatan pengadilan federal Colvin akhirnya membuat Mahkamah Agung memutuskan untuk melarang bus terpisah.





Semoga bermanfaat yaa
Cheers as always ;)



Jumat, 25 Januari 2013

Stop Kekerasan Untuk Perempuan Dan Anak-Anak


Stop Violence Against Women


Entah apa yang ada dalam pikiran seorang laki-laki yang tega melepas tinjunya kepada perempuan. Laki-laki bukankah harus melindungi perempuan yang cenderung lebih lemah darinya?



Stop Child Abuse


Entah apa yang ada dalam pikiran seorang yang seharusnya mengayomi dan melindungi anak-anak, justru bisa melakukan kekerasan kepada anak-anak.

Entah kenapa saat ini begitu banyak kasus yang menjadikan perempuan dan anak-anak menjadi korban.
Begitu miris saya mendengar maupun melihat berita mengenai Pemerkosaan terhadap perempuan maupun anak di bawah umur, Penculikan anak, Kekerasan pada perempuan yang dilakukan oleh pacar maupun suaminya, Kekerasan orangtua terhadap anaknya, dan masih banyak lagi kasus yang begitu miris saat mendengarnya. 
Mengapa bisa terjadi hal demikian? 
Semoga Artikel di bawah ini bermanfaat...


Penyebabnya

Pelaku kekerasan pada perempuan biasanya dilakukan oleh laki-laki. Dan korban kekerasan pada perempuan yang mendominasi adalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Banyak dari pelaku tindak kekerasan terhadap anak maupun perempuan mempunyai latar belakang kekerasan dalam keluarganya. Biasanya terdapat trauma ketika masa kecil melihat kedua orangtuannya bertengkar atau memang pelaku tersebut pernah mengalami tindak kekerasan itu sendiri yang dilakukan oleh orangtuanya atau orang terdekatnya. Meskipun demikian, hal tersebut tidaklah relevan dan tidak dibenarkan untuk seseorang melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak.

Pelaku kekerasan terhadap anak banyak dilakukan oleh orang-orang terdekatnya seperti ayah dan ibu kandung serta guru sekolah. Orang-orang terdekat dengan anak ini menjadi momok yang menakutkan bagi anak.

Tempat-tempat yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak dalam berlindung terhadap tindakan kekerasan seperti rumah dan sekolah, ternyata menjadi locus delictus terjadinya kekerasan terhadap anak. Rumah dan sekolah tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi anak.sumber






Jenis Kekerasan

Jenis kekerasan yang sering diterima anak dan perempuan adalah kekerasan fisik dan emosional. Fisik seperti pemerkosaan, penganiayaan, bahkan pembunuhan. Emosional seperti selalu menyalahkan akan sesuatu, kekerasan dengan ucapan (verbal abuse).






Dampaknya

Bagi perempuan korban kekerasan tentu akan berdampak Psikologis maupun Fisik. Begitu juga dengan anak-anak korban kekerasan, secara umum kekerasan terhadap anak berdampak pada psikologi perkembangan anak. Karena rata-rata anak yang mengalami kekerasan berada pada umur 12-18 tahun.


Jika Anda Mengenal Seseorang Yang Mendapat Tindak Kekerasan

Sebagai Mahkluk sosial, tidak ada salahnya membantu sesama. 
Jika kamu melihat  atau curiga akan seseorang yang telah mendapat tindak kekerasan, kamu dapat segera menghubungi pihak yang berwenang.
Seperti berikut ini :


MITRA PEREMPUAN
Women's Crisis Centre
PO Box 4113 JKTJ Jakarta 13041, INDONESIA
Phone/Fax. (+62 21) 829.8089 - Jakarta (021) 837 90010 
Tangerang (021) 741 2149 - Bogor (0251) 833 1418
Email: mitra@perempuan.or.id 


KOMNAS PEREMPUAN
Jl Latuharhary 4B, Jakarta 10310
Tel: 62-21-3903963
Fax : 62-21-3903922 
Email : redaksi@komnasperempuan.or.id


KOMISI PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA
Jalan Teuku Umar No. 10-12 Menteng Jakarta Puat
Indonesia
10350
Phone :021-31901446
Fax : 021-3900833
http://www.kpai.go.id



Semoga artikel singkat di atas dapat menjadikan kamu untuk lebih awware terhadap sekitarmu. Dan tentunya untukmu juga. Ada link yang juga bagus untuk kamu baca mengenai Child Abuse (Kekerasan kepada anak-anak)
http://saveindonesianchildren.wordpress.com/2009/08/26/kenali-kekerasan-seksual-pada-anak/



Semoga Bermanfaat yaa
Cheers as always ;)
Rahayu Suwolo

Sabtu, 19 Januari 2013

Dalam Sosok Seorang Ayah

Senangnya Menjadi Ayah



Ayah...
Ayah adalah sosok yang kamu kagumi, bukan?
Ayah adalah seseorang yang selalu menjaga dan melindungi kamu dalam setiap kondisi..
Ayah adalah seseorang yang selalu memperhatikanmu dengan caranya sendiri..
Sesekali Ayah akan menasihatimu karena ulahmu yang membuatnya jengkel atau sedih..
Ayah..
Banyak yang akan terungkap dari sosok seorang Ayah..
Bagi saya Ayah adalah segalanya, meskipun banyak luka yang telah saya toreh,.
Maafkan aku Ayah..

Lalu, bagaimana jika sosok Ayah yang justru berubah menjadi malapetaka?
Bagaimana sosok yang seharusnya melindungi, lalu justru melukaimu?

Saya tidak habis pikir dengan Ayah yang sanggup memperkosa anak kandungnya sendiri. Seperti yang dialami oleh seorang bocah SD (Kelas 5 SD) yang telah diperkosa oleh Ayahnya sendiri. (baca)
Dan terlebih lagi dilakukan sebanyak lebih dari sekali. Bukankah seorang Ayah adalah panutan untuk anak-anaknya?. Rumah yang seharusnya tempat berlindungpun, seraya berubah menjadi tempat yang paling berbahaya. Bagaimana bisa tega, menyetubuhi darah dagingnya sendiri?

Jika, di dalam rumah pun rasa aman itu hilang?
Dimanakah anak-anak berlindung?



Simak cerpen berikut :

Siang itu ayahku sedang duduk terdiam..
Sambil menghisap rokok kesukaannya dan kopi yang dihidangkan oleh Ibu..
Dari belakangnya seseorang yang sangat dicintainya memeluknya,
 "Ayaaaaah" panggil ku mengagetkan Ayah.
"Eh, kamu..sudah sarapan belum, Mel? Kan mau sekolah"
"Sudah, Ayah" Jawabku manja.
Aku adalah putri tunggalnya. Dan itulah yang membuatku sangat manja, karena apapun yang aku minta, akan Ayah berikan.
"Yuk, kita berangkat" Ucap Ayah..
Begitulah setiap hariku, aku selalu diantar oleh Ayah. Karena kantor ayah dan sekolahku searah.
Aku sangat mencintai ayah.

Tak terasa, sekarang aku sudah duduk dibangku SMA (Kelas 1 SMA). Aku mulai mempunyai banyak teman. Aku mulai sibuk dengan kegiatanku, aku mulai sibuk dengan dengan teman-temanku. Akhirnya, nilai raport ku turun drastis. Dengan bijak Ayah menasihatiku. Agar aku mengurangi waktu bermain dengan teman-temanku.
"Kamu jangan kebanyakan main Mel, kalau nilaimu jelek terus Ayah akan bertindak tegas." Ucap Ayah.
"Iya, Ayah. Amel engga akan keseringan maen lagi. Palingan seminggu sekali deh Yah, weekend ajah maennya" Jawabku setengah nyeleneh.

Pada suatu hari aku dikenalkan seorang teman laki-laki oleh teman sekelasku, Dio namanya. Ia sangat baik, dan akhirnya aku pun berpacaran dengannya.

Saat itu Sabtu malam aku pamit kepada Ayah,
"Yah, aku pergi dulu yah. Mau nonton sama teman-teman" Ucapku.
"Kamu pergi dengan siapa saja, Mel?" Tanya Ayah
"Sama Cindy dan Meta ya yah" Jawabku bohong. Padahal aku pergi menonton dengan Dio.

Aku pergi ke suatu mall dengan Dio. Dan pergi menonton dengannya. Tanpa terasa waktu berlalu, aku sampai tidak sadar jika malam sudah sangat larut. Aku pun meminta untuk segera diantar pulang oleh Dio.
"Dio, ayo pulang, Ayahku pasti sudah sangat khawatir denganku" Ucapku pada Dio.
"Iya, nanti yah sehabis makan, kan kita belum makan malam" Jawab Dio.
Akhirnya akupun menuruti Dio untuk makan malam terlebih dahulu, meskipun aku sudah sangat ingin pulang. Aku takut Ayah akan memarahiku.
Setelah makan, akupun meminta Dio untuk mengantarku pulang.
"Dio, Ayo antar aku pulang" Tanyaku.
Dio seperti berpura-pura tidak mendengarku.
"Kita mampir ke rumahku dulu yah? Kamu maukan?" Ucap Dio.
Entah apa yang ada dibenak Dio, kenapa dia justru seperti tidak peduli dengan permintaanku. Kenapa dia justru mengajaknya ke rumahnya? Apa maksudnya?.
Berbagai pikiran takut aku rasakan. Aku sudah merasakan gelagat Dio yang tidak beres. Akupun berdiri dari bangku dan segera pergi untuk pulang naik taksi.
"Kalau begitu, aku pulang sendiri saja naik taksi" Ucapku.
Tanpa terduga Dio menarikku, dan memaksaku masuk ke mobilnya.
Aku terkaget, dan dengan segera berteriak meminta tolong. Dengan segera beberapa orang menghampiriku dan menolongku. Dio pun pergi meninggalkan aku sendirian, dimalam yang semakin larut. Perasaan takut menyelimutiku. Aku duduk sejenak di restoran tadi tempatku makan malam. Aku menangis, dengan segera aku menelpon ayah.
"Ayah, jemput aku" dengan suara terbata-bata dan menjelaskan aku berada dimana.

Tak berapa lama, ayah datang menjemputku dan dengan segera memelukku. Perasaan tenang dan aman aku rasakan. Betapa ayah datang untukku, meskipun aku sudah berbohong kepadanya tadi. Ia menghapus airmataku dan tidak memarahiku.
"Tenang, kamu tidak apa-apakan? tenang yah..kamu sudah aman sekarang Mel"
Tangiskupun semakin keras, perasaan takut dan bersalah kepada Ayah menjadi satu.
"Maafkan Amel, Ayah. Aku sangat menyayangi Ayah" Jawabku lirih.


Ayah


Cerpen di atas mengisahkan tentang,.
Meskipun berkali-kali telah membuat kesalahan, Ayah akan memaafkanmu dan selalu menyayangimu..
Dalam keadaan apapun, Ayah akan berusaha untuk melindungimu..
Ayah akan menenangkanmu dalam kegelisahanmu..
Ayah akan mencintai apapun adanya dirimu..
Seharusnya seperti itu..
Bukan justru melukai dan menyakitimu...

Semoga cerita pendek yang sangat sederhana di atas dapat bermanfaat yaa..
Maafkan jika ada kata-kata yang salah :D


Quote :
"Someone who has always loved you no matter what, He is your father"
-unknown-



cheers as always ;)
Rahayu Handayani



Kamis, 17 Januari 2013

Banjir - Jakarta Oh Jakartaku Yang Ku Cinta


Karena curah hujan yang tinggi, Jakarta terendam Banjir.

Seperti sudah "tradisi", masyarakat pun seperti sudah terbiasa dengan kondisi di saat musim hujan ini.
Bagaimanakah kondisi banjir di beberapa lokasi di Jakarta ?


Berikut beberapa foto Banjir di Jakarta yang sangat ku cintai ini :




"Istana Kepresidenan tak luput dari banjir. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai menggulung celananya memantau banjir sebetis di kawasan Istana Kepresidenan tersebut" sumber





"Seorang warga tengah bersantai saat banjir yang melanda di Kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (15/1). Banjir merendam ratusan rumah di tiga RW di kawasan tersebut diakibatkan oleh luapan Sungai Krukut yang tidak mampu menampung air kiriman dari Bogor ditambah dengan hujan semalam hingga pagi hari tadi"






" Sejumlah rumah penduduk terendam banjir hingga 2.5 meter di kawasan  Periuk, Tangerang, Banten, Selasa (17/1). Air kiriman dari pintu air batubelah Bogor tersebut merendam sekitar 600 rumah warga dan membuat 1000 warga mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi."






"Sejumlah rumah penduduk terendam banjir hingga 2.5 meter di kawasan  Periuk, Tangerang, Banten, Selasa (17/1). Air kiriman dari pintu air batubelah Bogor tersebut merendam sekitar 600 rumah warga dan membuat 1000 warga mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi."





1    " Sejumlah warga melintasi dengan rakit luapan sungai Monkevart di Kembangan Utara, Jakarta Barat, Selasa (15/1). Banjir akibat luapan sungai Monkevart karena intensitas curah hujan yang tinggi itu merendam puluhan rumah warga"








           " Sejumlah kendaraan minerobos jalan yang tergenang air di jalur Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/1). Akibat hujan sejak dini hari di Jakarta, debit air sungai Ciliwung meningkat dan mengakibatkan air yang mengalir ke pintu air Ancol meluap ke jalan.






"Sejumlah warga membantu pengendara untuk berpindah jalur saat terjadi kemacetan di ruas jalan raya Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (15/1). Kemacetan arus lalu lintas dari Grogol menuju Cengkareng tersebut karena genangan air akibat meluapnya sungai Monkevart akibat hujan yang mengguyur Jakarta"






" Sejumlah pengendara melintasi genangan air di Jalan Daan Mogot, Grogol, Jakarta Barat, Selasa (15/1). Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi di Jakarta mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang karena kurang optimalnya drainase"






      "Sebuah kendaraan roda empat melintasi banjir yang merendam kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (15/1). Banjir yang merendam setinggi 1,5 meter di kawasan tersebut akibat meluapnya aliran Kali Grogol yang menggenangi 75 kepala keluarga."








"Terlihat Anak-anak yang sedang bermain dengan banjir. Banjir ini dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain banjir. Padahal air banjir tersebut kotor dan dapat menyebabkan penyakit kulit."



Banjir yang terdapat di Jakarta, disebabkan oleh tersumbatnya gorong-gorong dan sungai-sungai oleh sampah masyarakat. Oleh karena itu, sebaiknya perlu kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama pada sungai-sungai yang ada di Jakarta. Selain itu juga, membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan sungai di Jakarta yang kotor sehingga tidak sedap di pandang mata dan menimbulkan bau menyengat. Yuk...Buang sampah pada tempatnya :)



Semoga bermanfaat yaa
Maafkan jika ada kata-kata yang salah

cheers as always ;)



Selasa, 15 Januari 2013

Masa Kecil Dalam Kenangan Seorang Anak



Masa kecil, Begitu banyak hal yang terjadi ketika masa kecil, yang mungkin tidak bisa kamu ingat kembali. Di saat kamu mencoba mengingat masa kecil itu, tentu akan membuat kamu tersenyum akan tingkah yang kamu lakukan dulu, bukan?
Kenakalan, kejahilan, yang sampai-sampai membuat kedua orangtua kamu marah, sedih dan tentu saja, tersenyum :)




Simak cerita pendek berikut :

Dipagi yang cerah ada seorang anak kelas 5 SD sedang berjalan menuju sekolahnya, ia berjalan dengan kepala yang menunduk.
"Miaaaa" terdengar suara seseorang memanggil namanya dengan suara yang keras. Ternyata itu adalah Aji teman sekelasnya.
"Kamu sudah mengerjakan PR Bahasa Indonesia?" Lanjut Aji.
"Sudah" Jawab Mia dengan suara yang lusuh
"Mia, Kenapa kamu sedih?" Tanya Aji.
Mia hanya diam, tidak menjawab apa-apa dan langsung masuk kelas. Pelajaran sekolahpun dimulai seperti biasa. 

Bel istirahat berbunyi, dan semua murid segera keluar kelas agar dapat beristirahat dan membeli makanan. Namun Mia hanya duduk di bangku kelasnya dengan muka menunduk.
"Mia, kamu kenapa?" tanya Aji penasaran.
Aji adalah sahabat Mia dari TK. Aji adalah tetangga Mia. Mereka tumbuh bersama, bermain bersama. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Entah kenapa, hari ini Aji merasakan perbedaan pada Mia. Sepertinya Mia terlihat murung dan sedih.
"Aku engga kenapa-kenapa Ji," Mia menjawab dengan senyum kecil pada bibirnya.
Entah kenapa, Aji tidak percaya kepada Mia. Karena Aji sangat mengenal Mia. 
Mia adalah seseorang yang ceria dan selalu tersenyum.
"Kok kamu engga jajan Mia? Kamu engga laper? Yuk, kita jajan?" Ajak Aji.
"Ya udah, Yuk jajan" Jawab Mia.

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi, tanda sudah berakhirnya jam pelajaran terakhir dan pulang. 
Mia segera berlari keluar dari kelas.
"Miaaaaa" Panggil Aji
Mia terus berlari tanpa menghiraukan Aji. Aji mengejar Mia, dan akhirnya Mia pun berhenti berlari.
"Mia, kok engga nungguin aku? Kamu kenapa sih?" Tanya Aji untuk sekian kalinya.
Dan tanpa diduga, Mia pun menangis. Aji terlihat bingung melihat Mia menangis. Wajah polos Aji menunjukkan seolah ia tidak tahu harus bagaimana menenangkan Mia yang sedang menangis.

"Aku akan Pindah, Aji. Karena papa akan pindah kantor ke luar kota" Jawab Mia.
Aku tidak mau pindah, karena aku betah di sini. Dan aku tidak mau meniggalkan sahabat seperti kamu" Lanjut Mia. Dan Aji pun hanya terdiam.

Akhirnya, tibalah waktu yang dibenci Aji, yah Mia akhirnya pindah. 
Dengan wajah sedih Aji mengucapkan selamat tinggal pada Mia, "Selamat tinggal Mia" Ucap Aji.
Mia pun hanya terdiam dan mengeluarkan airmata. Mereka pun berpelukan, sambil menangis. 
Mia pun memberikan sesuatu kepada Aji, ia memberikan boneka beruang kesayangannya.
"Simpan ini yah Ji, dan di jaga dengan baik yah?" Ujar Mia
"Iya" jawab Aji sedih.
Dan mereka pun berpisah..

Tanpa terasa waktu berlalu, dan Mia sudah Kuliah semester akhir kedokteran. 
Ia sudah menjadi sosok yang cerdas, dan sedang menyiapkan skripsinya. Ia magang dalam suatu Rumah Sakit Negeri yang terkenal. 
Suatu hari, ketika ia sedang memeriksa pemuda yang mengidap Leukimia.
"Selamat siang, bagaimana keadaanmu?" Tanya Mia
"Dokter kan tau keadaan saya, kok pake nanya." Jawab pemuda itu sambil tersenyum kecil.
Mia hanya terdiam, sambil menarik nafas dan melanjutkan memeriksa pemuda tersebut. 

Pemuda tersebut adalah pasien yang baru saja tadi malam masuk Rumah Sakit. Dan kali ini sudah ke-tiga kalinya ia masuk Rumah Sakit. Yang membuat Mia bertanya-tanya, tak ada yang menemaninya di Rumah Sakit. Hanya seorang Ibu yang sudah lanjut usia sesekali menengoknya di Rumah Sakit. Dan kali ini kondisi pemuda itu kian memburuk, ia sudah terlihat semakin lemah. Anehnya, semangat hidupnya tidak pernah pupus, ia selalu mempunyai harapan dapat sembuh dan kembali seperti sedia kala. Entah apa yang memberinya semangat hidup sehebat itu, Mia pun takjub kepada semangat pemuda itu.

Keesokan paginya seperti yang biasa dilakukan, Mia menuju kamar dimana pemuda itu dirawat. Ternyata ia sedang ditemani oleh seorang wanita lanjut usia. 
"Pagi dok, ini ibu saya" Ucap pemuda tersebut.
"Pagi, Apa kabar Bu?" Tanya Mia sambil tersenyum kepada Ibu pemuda itu.
"Oh, ternyata itu ibunya" Pikir Mia dalam hati.
"Ibu saya kesini karena, saya meminta tolong kepadanya untuk membawakan sesuatu" Ucap pemuda itu.
"Untuk membawa ini" lanjut pemuda itu, sambil menunjukan sebuah boneka yang sudah usang, boneka beruang yang warnanya sudah lusuh. Dan Mia sudah sangat mengenal boneka tersebut. Yah, itu adalah boneka beruang yang ia berikan kepada Aji ketika ia kecil. Ketika ia harus pindah dan mengucapkan selamat tinggal kepada Aji. Ternyata pemuda yang selama ini ia tangani adalah Aji. Sahabat yang sangat dirindukannya. Sahabat yang sudah dicari - carinya sejak kuliah semester 4 (empat). Sahabat yang selalu menghiasi hari-harinya disaat kecil dulu. 

"Ini yang membuat saya semangat hidup Dok. Karena, saya harus bertemu dengan orang yang memberikan ini sebelum saya di panggil Tuhan. Saya ingin mengucapkan terima kasih sama dia. Karena dia, Masa kecil saya penuh tawa. Dan saya ingin dia tahu, bahwa saya tidak akan pernah melupakannya. Dan saya sudah merawat boneka miliknya sampai akhir hidup saya". Jawab Pemuda itu penuh semangat dan mata berkaca-kaca.

Airmata Mia menetes haru, senyuman lebar terlihat pada bibir Mia.  Ia tak sabar ingin memberitahu pemuda itu, bahwa dia lah orang yang selama ini dia cari. Dan Mia tidak dapat menutupi rasa bahagianya, karena ia pun selama ini mencari Aji. 




Well,,
Mungkin tidak semua masa kecil seorang anak seindah cerita ini.
Banyak anak-anak Indonesia yang harus mengalami hidup yang sulit.
Cerita ini menceritakan tentang Memori atau ingatan seorang anak yang pada dasarnya sangat baik.
Seorang anak akan mengingat atau mengenang sesuatu hal, yang bagi mereka sangat berarti, atau yang menyakitkan sekalipun. 

So, take care of our children nicely :)




Quote :
"There can be no keener revelation of a society's soul than the way in which it treats its children."
-Nelson Mandela-



Semoga bermanfaat yaa,
Kalau ada kata yang salah, Mohon dimaafkan
Take care...


Cheers as always ;)

Perlukah Selalu Positif Thinking?





Banyak yang bilang bahwa Positive thinking itu baik, saya juga berfikiran seperti itu.

Dan saya juga punya quote sendiri mengenai Positive thinking :
"Positive thinking, selain baik untuk kesehatan juga baik untuk pikiran"
-Unknown-


Benarkah seperti itu?


Simak cerita pendek berikut :

Suatu hari seorang suami menelpon istrinya, karena istrinya sedang keluar kota untuk urusan pekerjaan. Entah kenapa, sekian kali ia menelpon istrinya, tapi tidak juga diangkat.
Si suamipun tetap berpikiran positif, karena ia tidak ingin mencurigai istri yang sangat dicintainya itu.
"Oh, mungkin dia masih belum sampai di hotel menginapnya kali yah" Pikir suami.
Akhirnya ia mengulangi kembali untuk menelpon istrinya, tetap saja tidak diangkat.
Rasa khawatir berkecamuk dalam diri suami, ia takut jika terjadi sesuatu terhadap istrinya, "Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa".
Sampai akhirnya istrinya menelpon, perasaan lega si suami menerima telpon istrinya.
"Maaf pah, aku baru sampai. Sebentar lagi meeting. Nanti malam aku telpon lagi yah Pah", ujar istrinya.
Kemudian si suami melanjutkan aktifitasnya seperti biasa.
Menjelang malam, istrinya tidak juga menelponnya, "Apa mungkin meetingnya belum selesai yah?" pikir si suami.
Ia pun tetap berfikiran positif terhadap istrinya dan terus menunggu telpon istrinya.
"Mungkin sibuk sekali dan banyak yang harus dikerjakan barangkali" ujar suami menggerutu sendiri, sampai akhirnyab ia tertidur.

Menjelang pagi, si suami terbangun oleh dering telpon.
Dilihatnya nama penelpon pada telpon genggamnya, ternyata istrinya yang menelpon.
Ia pun bergegas mengangkat telponnya.
"Maaf pah, aku baru telpon kamu. Aku semalam kecapai-an dan akhirnya ketiduran deh", ujar istrinya.
Si suamipun hanya menjawab, "Ia mah, engga kenapa-kenapa, aku ngerti kok".

Well, ternyata yang terjadi adalah....(Kaya gambar ini di bawah ini ) :D

Sayang, Maaf aku ketiduran




Simak cerita pendek berikut :

Suatu hari ada seorang gadis yang sedang naik angkot untuk pulang ke rumahnya, seperti yang biasa ia lakukan. Dan gadis itu sadar kalau ada seorang pemuda yang terus menatapnya dan memperhatikannya di dalam angkot tersebut. Ia pun menatap sejenak untuk melihat pemuda tersebut. Tak dinyana, ternyata pemuda itu cukup tampan, "Eh, kok tumben yah di angkot kaya gini ada cowo ganteng", pikirnya dalam hati. Ia pun tersenyum di saat pemuda itu memberikan senyuman manis untuknya.
Pemuda itu terus menatapnya, memperhatikannya. 
Timbul rasa takut dalam dirinya, tapi ia tidak mau berpikiran negatif.
"siapa tau pemuda itu memperhatikannya karena memang suka sama aku" pikir gadis itu.

Tak berapa lama, akhirnya ia sampai di tempat tujuan. Dan turunlah ia di depan jalan menuju rumahnya, seperti yang biasa dilakukannya. 
Ternyata, pemuda ganteng itu juga turun dari angkot, "Oh my God, dia juga turun. Tapi, aku tidak pernah melihat dia" Perasaan bertanya-tanya pun datang dari gadis itu sambil, menyusuri jalan menuju rumahnya yang lumayan sepi.

Ia pun tetap positif thinking, "Mungkin dia sedang mengunjungi saudaranya, atau memang pengen kenalan dengan aku?" Wajah gadis itu memerah.

"Hei!!" Kata pemuda itu
"Ya.." Gadis itu menjawab dengan nada malu-malu.
"Lepas kalung, cincin dan Hp kamu. Cepet!!" Pemuda itu membentak
"Hah!!! ternyata dia mau mencopet aku. Mangkanya daritadi ngeliatin aku. Oh my God. Ganteng-ganteng kok copet!!" ujar gadis itu dalam hati, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Copet


Well,. 
Dari contoh cerita di atas, bukan berarti Positive thinking itu buruk, bukan sama sekali. 
Positive thinking baik untuk kamu, it is true..

Namun, ada baiknya saat kamu Positive thinking tidak membuatmu menutupi fakta yang ada, dan membuat kamu terlihat "bodoh" karenanya, atau membuat kamu menjadi tidak mawas diri. 
Setidaknya tetaplah Positive thinking, tapi sesuai dengan kadarnya dan tidak terlalu berlebihan.

So..be Positif yaa

Semoga bermanfaat yaa
Maafkan jika ada kata yang salah :)

cheers as always ;)

Blue Flower Design Pointer Blue Flower Design Pointer