}

snow

Many Thanks For Visit My Blog

Sabtu, 19 Januari 2013

Dalam Sosok Seorang Ayah

Senangnya Menjadi Ayah



Ayah...
Ayah adalah sosok yang kamu kagumi, bukan?
Ayah adalah seseorang yang selalu menjaga dan melindungi kamu dalam setiap kondisi..
Ayah adalah seseorang yang selalu memperhatikanmu dengan caranya sendiri..
Sesekali Ayah akan menasihatimu karena ulahmu yang membuatnya jengkel atau sedih..
Ayah..
Banyak yang akan terungkap dari sosok seorang Ayah..
Bagi saya Ayah adalah segalanya, meskipun banyak luka yang telah saya toreh,.
Maafkan aku Ayah..

Lalu, bagaimana jika sosok Ayah yang justru berubah menjadi malapetaka?
Bagaimana sosok yang seharusnya melindungi, lalu justru melukaimu?

Saya tidak habis pikir dengan Ayah yang sanggup memperkosa anak kandungnya sendiri. Seperti yang dialami oleh seorang bocah SD (Kelas 5 SD) yang telah diperkosa oleh Ayahnya sendiri. (baca)
Dan terlebih lagi dilakukan sebanyak lebih dari sekali. Bukankah seorang Ayah adalah panutan untuk anak-anaknya?. Rumah yang seharusnya tempat berlindungpun, seraya berubah menjadi tempat yang paling berbahaya. Bagaimana bisa tega, menyetubuhi darah dagingnya sendiri?

Jika, di dalam rumah pun rasa aman itu hilang?
Dimanakah anak-anak berlindung?



Simak cerpen berikut :

Siang itu ayahku sedang duduk terdiam..
Sambil menghisap rokok kesukaannya dan kopi yang dihidangkan oleh Ibu..
Dari belakangnya seseorang yang sangat dicintainya memeluknya,
 "Ayaaaaah" panggil ku mengagetkan Ayah.
"Eh, kamu..sudah sarapan belum, Mel? Kan mau sekolah"
"Sudah, Ayah" Jawabku manja.
Aku adalah putri tunggalnya. Dan itulah yang membuatku sangat manja, karena apapun yang aku minta, akan Ayah berikan.
"Yuk, kita berangkat" Ucap Ayah..
Begitulah setiap hariku, aku selalu diantar oleh Ayah. Karena kantor ayah dan sekolahku searah.
Aku sangat mencintai ayah.

Tak terasa, sekarang aku sudah duduk dibangku SMA (Kelas 1 SMA). Aku mulai mempunyai banyak teman. Aku mulai sibuk dengan kegiatanku, aku mulai sibuk dengan dengan teman-temanku. Akhirnya, nilai raport ku turun drastis. Dengan bijak Ayah menasihatiku. Agar aku mengurangi waktu bermain dengan teman-temanku.
"Kamu jangan kebanyakan main Mel, kalau nilaimu jelek terus Ayah akan bertindak tegas." Ucap Ayah.
"Iya, Ayah. Amel engga akan keseringan maen lagi. Palingan seminggu sekali deh Yah, weekend ajah maennya" Jawabku setengah nyeleneh.

Pada suatu hari aku dikenalkan seorang teman laki-laki oleh teman sekelasku, Dio namanya. Ia sangat baik, dan akhirnya aku pun berpacaran dengannya.

Saat itu Sabtu malam aku pamit kepada Ayah,
"Yah, aku pergi dulu yah. Mau nonton sama teman-teman" Ucapku.
"Kamu pergi dengan siapa saja, Mel?" Tanya Ayah
"Sama Cindy dan Meta ya yah" Jawabku bohong. Padahal aku pergi menonton dengan Dio.

Aku pergi ke suatu mall dengan Dio. Dan pergi menonton dengannya. Tanpa terasa waktu berlalu, aku sampai tidak sadar jika malam sudah sangat larut. Aku pun meminta untuk segera diantar pulang oleh Dio.
"Dio, ayo pulang, Ayahku pasti sudah sangat khawatir denganku" Ucapku pada Dio.
"Iya, nanti yah sehabis makan, kan kita belum makan malam" Jawab Dio.
Akhirnya akupun menuruti Dio untuk makan malam terlebih dahulu, meskipun aku sudah sangat ingin pulang. Aku takut Ayah akan memarahiku.
Setelah makan, akupun meminta Dio untuk mengantarku pulang.
"Dio, Ayo antar aku pulang" Tanyaku.
Dio seperti berpura-pura tidak mendengarku.
"Kita mampir ke rumahku dulu yah? Kamu maukan?" Ucap Dio.
Entah apa yang ada dibenak Dio, kenapa dia justru seperti tidak peduli dengan permintaanku. Kenapa dia justru mengajaknya ke rumahnya? Apa maksudnya?.
Berbagai pikiran takut aku rasakan. Aku sudah merasakan gelagat Dio yang tidak beres. Akupun berdiri dari bangku dan segera pergi untuk pulang naik taksi.
"Kalau begitu, aku pulang sendiri saja naik taksi" Ucapku.
Tanpa terduga Dio menarikku, dan memaksaku masuk ke mobilnya.
Aku terkaget, dan dengan segera berteriak meminta tolong. Dengan segera beberapa orang menghampiriku dan menolongku. Dio pun pergi meninggalkan aku sendirian, dimalam yang semakin larut. Perasaan takut menyelimutiku. Aku duduk sejenak di restoran tadi tempatku makan malam. Aku menangis, dengan segera aku menelpon ayah.
"Ayah, jemput aku" dengan suara terbata-bata dan menjelaskan aku berada dimana.

Tak berapa lama, ayah datang menjemputku dan dengan segera memelukku. Perasaan tenang dan aman aku rasakan. Betapa ayah datang untukku, meskipun aku sudah berbohong kepadanya tadi. Ia menghapus airmataku dan tidak memarahiku.
"Tenang, kamu tidak apa-apakan? tenang yah..kamu sudah aman sekarang Mel"
Tangiskupun semakin keras, perasaan takut dan bersalah kepada Ayah menjadi satu.
"Maafkan Amel, Ayah. Aku sangat menyayangi Ayah" Jawabku lirih.


Ayah


Cerpen di atas mengisahkan tentang,.
Meskipun berkali-kali telah membuat kesalahan, Ayah akan memaafkanmu dan selalu menyayangimu..
Dalam keadaan apapun, Ayah akan berusaha untuk melindungimu..
Ayah akan menenangkanmu dalam kegelisahanmu..
Ayah akan mencintai apapun adanya dirimu..
Seharusnya seperti itu..
Bukan justru melukai dan menyakitimu...

Semoga cerita pendek yang sangat sederhana di atas dapat bermanfaat yaa..
Maafkan jika ada kata-kata yang salah :D


Quote :
"Someone who has always loved you no matter what, He is your father"
-unknown-



cheers as always ;)
Rahayu Handayani



Kamis, 17 Januari 2013

Banjir - Jakarta Oh Jakartaku Yang Ku Cinta


Karena curah hujan yang tinggi, Jakarta terendam Banjir.

Seperti sudah "tradisi", masyarakat pun seperti sudah terbiasa dengan kondisi di saat musim hujan ini.
Bagaimanakah kondisi banjir di beberapa lokasi di Jakarta ?


Berikut beberapa foto Banjir di Jakarta yang sangat ku cintai ini :




"Istana Kepresidenan tak luput dari banjir. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai menggulung celananya memantau banjir sebetis di kawasan Istana Kepresidenan tersebut" sumber





"Seorang warga tengah bersantai saat banjir yang melanda di Kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (15/1). Banjir merendam ratusan rumah di tiga RW di kawasan tersebut diakibatkan oleh luapan Sungai Krukut yang tidak mampu menampung air kiriman dari Bogor ditambah dengan hujan semalam hingga pagi hari tadi"






" Sejumlah rumah penduduk terendam banjir hingga 2.5 meter di kawasan  Periuk, Tangerang, Banten, Selasa (17/1). Air kiriman dari pintu air batubelah Bogor tersebut merendam sekitar 600 rumah warga dan membuat 1000 warga mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi."






"Sejumlah rumah penduduk terendam banjir hingga 2.5 meter di kawasan  Periuk, Tangerang, Banten, Selasa (17/1). Air kiriman dari pintu air batubelah Bogor tersebut merendam sekitar 600 rumah warga dan membuat 1000 warga mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi."





1    " Sejumlah warga melintasi dengan rakit luapan sungai Monkevart di Kembangan Utara, Jakarta Barat, Selasa (15/1). Banjir akibat luapan sungai Monkevart karena intensitas curah hujan yang tinggi itu merendam puluhan rumah warga"








           " Sejumlah kendaraan minerobos jalan yang tergenang air di jalur Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (15/1). Akibat hujan sejak dini hari di Jakarta, debit air sungai Ciliwung meningkat dan mengakibatkan air yang mengalir ke pintu air Ancol meluap ke jalan.






"Sejumlah warga membantu pengendara untuk berpindah jalur saat terjadi kemacetan di ruas jalan raya Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (15/1). Kemacetan arus lalu lintas dari Grogol menuju Cengkareng tersebut karena genangan air akibat meluapnya sungai Monkevart akibat hujan yang mengguyur Jakarta"






" Sejumlah pengendara melintasi genangan air di Jalan Daan Mogot, Grogol, Jakarta Barat, Selasa (15/1). Tingginya intensitas curah hujan yang terjadi di Jakarta mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang karena kurang optimalnya drainase"






      "Sebuah kendaraan roda empat melintasi banjir yang merendam kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Selasa (15/1). Banjir yang merendam setinggi 1,5 meter di kawasan tersebut akibat meluapnya aliran Kali Grogol yang menggenangi 75 kepala keluarga."








"Terlihat Anak-anak yang sedang bermain dengan banjir. Banjir ini dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain banjir. Padahal air banjir tersebut kotor dan dapat menyebabkan penyakit kulit."



Banjir yang terdapat di Jakarta, disebabkan oleh tersumbatnya gorong-gorong dan sungai-sungai oleh sampah masyarakat. Oleh karena itu, sebaiknya perlu kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama pada sungai-sungai yang ada di Jakarta. Selain itu juga, membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan sungai di Jakarta yang kotor sehingga tidak sedap di pandang mata dan menimbulkan bau menyengat. Yuk...Buang sampah pada tempatnya :)



Semoga bermanfaat yaa
Maafkan jika ada kata-kata yang salah

cheers as always ;)



Selasa, 15 Januari 2013

Masa Kecil Dalam Kenangan Seorang Anak



Masa kecil, Begitu banyak hal yang terjadi ketika masa kecil, yang mungkin tidak bisa kamu ingat kembali. Di saat kamu mencoba mengingat masa kecil itu, tentu akan membuat kamu tersenyum akan tingkah yang kamu lakukan dulu, bukan?
Kenakalan, kejahilan, yang sampai-sampai membuat kedua orangtua kamu marah, sedih dan tentu saja, tersenyum :)




Simak cerita pendek berikut :

Dipagi yang cerah ada seorang anak kelas 5 SD sedang berjalan menuju sekolahnya, ia berjalan dengan kepala yang menunduk.
"Miaaaa" terdengar suara seseorang memanggil namanya dengan suara yang keras. Ternyata itu adalah Aji teman sekelasnya.
"Kamu sudah mengerjakan PR Bahasa Indonesia?" Lanjut Aji.
"Sudah" Jawab Mia dengan suara yang lusuh
"Mia, Kenapa kamu sedih?" Tanya Aji.
Mia hanya diam, tidak menjawab apa-apa dan langsung masuk kelas. Pelajaran sekolahpun dimulai seperti biasa. 

Bel istirahat berbunyi, dan semua murid segera keluar kelas agar dapat beristirahat dan membeli makanan. Namun Mia hanya duduk di bangku kelasnya dengan muka menunduk.
"Mia, kamu kenapa?" tanya Aji penasaran.
Aji adalah sahabat Mia dari TK. Aji adalah tetangga Mia. Mereka tumbuh bersama, bermain bersama. Mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Entah kenapa, hari ini Aji merasakan perbedaan pada Mia. Sepertinya Mia terlihat murung dan sedih.
"Aku engga kenapa-kenapa Ji," Mia menjawab dengan senyum kecil pada bibirnya.
Entah kenapa, Aji tidak percaya kepada Mia. Karena Aji sangat mengenal Mia. 
Mia adalah seseorang yang ceria dan selalu tersenyum.
"Kok kamu engga jajan Mia? Kamu engga laper? Yuk, kita jajan?" Ajak Aji.
"Ya udah, Yuk jajan" Jawab Mia.

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi, tanda sudah berakhirnya jam pelajaran terakhir dan pulang. 
Mia segera berlari keluar dari kelas.
"Miaaaaa" Panggil Aji
Mia terus berlari tanpa menghiraukan Aji. Aji mengejar Mia, dan akhirnya Mia pun berhenti berlari.
"Mia, kok engga nungguin aku? Kamu kenapa sih?" Tanya Aji untuk sekian kalinya.
Dan tanpa diduga, Mia pun menangis. Aji terlihat bingung melihat Mia menangis. Wajah polos Aji menunjukkan seolah ia tidak tahu harus bagaimana menenangkan Mia yang sedang menangis.

"Aku akan Pindah, Aji. Karena papa akan pindah kantor ke luar kota" Jawab Mia.
Aku tidak mau pindah, karena aku betah di sini. Dan aku tidak mau meniggalkan sahabat seperti kamu" Lanjut Mia. Dan Aji pun hanya terdiam.

Akhirnya, tibalah waktu yang dibenci Aji, yah Mia akhirnya pindah. 
Dengan wajah sedih Aji mengucapkan selamat tinggal pada Mia, "Selamat tinggal Mia" Ucap Aji.
Mia pun hanya terdiam dan mengeluarkan airmata. Mereka pun berpelukan, sambil menangis. 
Mia pun memberikan sesuatu kepada Aji, ia memberikan boneka beruang kesayangannya.
"Simpan ini yah Ji, dan di jaga dengan baik yah?" Ujar Mia
"Iya" jawab Aji sedih.
Dan mereka pun berpisah..

Tanpa terasa waktu berlalu, dan Mia sudah Kuliah semester akhir kedokteran. 
Ia sudah menjadi sosok yang cerdas, dan sedang menyiapkan skripsinya. Ia magang dalam suatu Rumah Sakit Negeri yang terkenal. 
Suatu hari, ketika ia sedang memeriksa pemuda yang mengidap Leukimia.
"Selamat siang, bagaimana keadaanmu?" Tanya Mia
"Dokter kan tau keadaan saya, kok pake nanya." Jawab pemuda itu sambil tersenyum kecil.
Mia hanya terdiam, sambil menarik nafas dan melanjutkan memeriksa pemuda tersebut. 

Pemuda tersebut adalah pasien yang baru saja tadi malam masuk Rumah Sakit. Dan kali ini sudah ke-tiga kalinya ia masuk Rumah Sakit. Yang membuat Mia bertanya-tanya, tak ada yang menemaninya di Rumah Sakit. Hanya seorang Ibu yang sudah lanjut usia sesekali menengoknya di Rumah Sakit. Dan kali ini kondisi pemuda itu kian memburuk, ia sudah terlihat semakin lemah. Anehnya, semangat hidupnya tidak pernah pupus, ia selalu mempunyai harapan dapat sembuh dan kembali seperti sedia kala. Entah apa yang memberinya semangat hidup sehebat itu, Mia pun takjub kepada semangat pemuda itu.

Keesokan paginya seperti yang biasa dilakukan, Mia menuju kamar dimana pemuda itu dirawat. Ternyata ia sedang ditemani oleh seorang wanita lanjut usia. 
"Pagi dok, ini ibu saya" Ucap pemuda tersebut.
"Pagi, Apa kabar Bu?" Tanya Mia sambil tersenyum kepada Ibu pemuda itu.
"Oh, ternyata itu ibunya" Pikir Mia dalam hati.
"Ibu saya kesini karena, saya meminta tolong kepadanya untuk membawakan sesuatu" Ucap pemuda itu.
"Untuk membawa ini" lanjut pemuda itu, sambil menunjukan sebuah boneka yang sudah usang, boneka beruang yang warnanya sudah lusuh. Dan Mia sudah sangat mengenal boneka tersebut. Yah, itu adalah boneka beruang yang ia berikan kepada Aji ketika ia kecil. Ketika ia harus pindah dan mengucapkan selamat tinggal kepada Aji. Ternyata pemuda yang selama ini ia tangani adalah Aji. Sahabat yang sangat dirindukannya. Sahabat yang sudah dicari - carinya sejak kuliah semester 4 (empat). Sahabat yang selalu menghiasi hari-harinya disaat kecil dulu. 

"Ini yang membuat saya semangat hidup Dok. Karena, saya harus bertemu dengan orang yang memberikan ini sebelum saya di panggil Tuhan. Saya ingin mengucapkan terima kasih sama dia. Karena dia, Masa kecil saya penuh tawa. Dan saya ingin dia tahu, bahwa saya tidak akan pernah melupakannya. Dan saya sudah merawat boneka miliknya sampai akhir hidup saya". Jawab Pemuda itu penuh semangat dan mata berkaca-kaca.

Airmata Mia menetes haru, senyuman lebar terlihat pada bibir Mia.  Ia tak sabar ingin memberitahu pemuda itu, bahwa dia lah orang yang selama ini dia cari. Dan Mia tidak dapat menutupi rasa bahagianya, karena ia pun selama ini mencari Aji. 




Well,,
Mungkin tidak semua masa kecil seorang anak seindah cerita ini.
Banyak anak-anak Indonesia yang harus mengalami hidup yang sulit.
Cerita ini menceritakan tentang Memori atau ingatan seorang anak yang pada dasarnya sangat baik.
Seorang anak akan mengingat atau mengenang sesuatu hal, yang bagi mereka sangat berarti, atau yang menyakitkan sekalipun. 

So, take care of our children nicely :)




Quote :
"There can be no keener revelation of a society's soul than the way in which it treats its children."
-Nelson Mandela-



Semoga bermanfaat yaa,
Kalau ada kata yang salah, Mohon dimaafkan
Take care...


Cheers as always ;)

Perlukah Selalu Positif Thinking?





Banyak yang bilang bahwa Positive thinking itu baik, saya juga berfikiran seperti itu.

Dan saya juga punya quote sendiri mengenai Positive thinking :
"Positive thinking, selain baik untuk kesehatan juga baik untuk pikiran"
-Unknown-


Benarkah seperti itu?


Simak cerita pendek berikut :

Suatu hari seorang suami menelpon istrinya, karena istrinya sedang keluar kota untuk urusan pekerjaan. Entah kenapa, sekian kali ia menelpon istrinya, tapi tidak juga diangkat.
Si suamipun tetap berpikiran positif, karena ia tidak ingin mencurigai istri yang sangat dicintainya itu.
"Oh, mungkin dia masih belum sampai di hotel menginapnya kali yah" Pikir suami.
Akhirnya ia mengulangi kembali untuk menelpon istrinya, tetap saja tidak diangkat.
Rasa khawatir berkecamuk dalam diri suami, ia takut jika terjadi sesuatu terhadap istrinya, "Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa".
Sampai akhirnya istrinya menelpon, perasaan lega si suami menerima telpon istrinya.
"Maaf pah, aku baru sampai. Sebentar lagi meeting. Nanti malam aku telpon lagi yah Pah", ujar istrinya.
Kemudian si suami melanjutkan aktifitasnya seperti biasa.
Menjelang malam, istrinya tidak juga menelponnya, "Apa mungkin meetingnya belum selesai yah?" pikir si suami.
Ia pun tetap berfikiran positif terhadap istrinya dan terus menunggu telpon istrinya.
"Mungkin sibuk sekali dan banyak yang harus dikerjakan barangkali" ujar suami menggerutu sendiri, sampai akhirnyab ia tertidur.

Menjelang pagi, si suami terbangun oleh dering telpon.
Dilihatnya nama penelpon pada telpon genggamnya, ternyata istrinya yang menelpon.
Ia pun bergegas mengangkat telponnya.
"Maaf pah, aku baru telpon kamu. Aku semalam kecapai-an dan akhirnya ketiduran deh", ujar istrinya.
Si suamipun hanya menjawab, "Ia mah, engga kenapa-kenapa, aku ngerti kok".

Well, ternyata yang terjadi adalah....(Kaya gambar ini di bawah ini ) :D

Sayang, Maaf aku ketiduran




Simak cerita pendek berikut :

Suatu hari ada seorang gadis yang sedang naik angkot untuk pulang ke rumahnya, seperti yang biasa ia lakukan. Dan gadis itu sadar kalau ada seorang pemuda yang terus menatapnya dan memperhatikannya di dalam angkot tersebut. Ia pun menatap sejenak untuk melihat pemuda tersebut. Tak dinyana, ternyata pemuda itu cukup tampan, "Eh, kok tumben yah di angkot kaya gini ada cowo ganteng", pikirnya dalam hati. Ia pun tersenyum di saat pemuda itu memberikan senyuman manis untuknya.
Pemuda itu terus menatapnya, memperhatikannya. 
Timbul rasa takut dalam dirinya, tapi ia tidak mau berpikiran negatif.
"siapa tau pemuda itu memperhatikannya karena memang suka sama aku" pikir gadis itu.

Tak berapa lama, akhirnya ia sampai di tempat tujuan. Dan turunlah ia di depan jalan menuju rumahnya, seperti yang biasa dilakukannya. 
Ternyata, pemuda ganteng itu juga turun dari angkot, "Oh my God, dia juga turun. Tapi, aku tidak pernah melihat dia" Perasaan bertanya-tanya pun datang dari gadis itu sambil, menyusuri jalan menuju rumahnya yang lumayan sepi.

Ia pun tetap positif thinking, "Mungkin dia sedang mengunjungi saudaranya, atau memang pengen kenalan dengan aku?" Wajah gadis itu memerah.

"Hei!!" Kata pemuda itu
"Ya.." Gadis itu menjawab dengan nada malu-malu.
"Lepas kalung, cincin dan Hp kamu. Cepet!!" Pemuda itu membentak
"Hah!!! ternyata dia mau mencopet aku. Mangkanya daritadi ngeliatin aku. Oh my God. Ganteng-ganteng kok copet!!" ujar gadis itu dalam hati, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Copet


Well,. 
Dari contoh cerita di atas, bukan berarti Positive thinking itu buruk, bukan sama sekali. 
Positive thinking baik untuk kamu, it is true..

Namun, ada baiknya saat kamu Positive thinking tidak membuatmu menutupi fakta yang ada, dan membuat kamu terlihat "bodoh" karenanya, atau membuat kamu menjadi tidak mawas diri. 
Setidaknya tetaplah Positive thinking, tapi sesuai dengan kadarnya dan tidak terlalu berlebihan.

So..be Positif yaa

Semoga bermanfaat yaa
Maafkan jika ada kata yang salah :)

cheers as always ;)

Minggu, 13 Januari 2013

Inspire - Katakan Semuanya Sebelum Terlambat




Simak Cerita Pendek Berikut ini :

Tahun Baru akan datang dalam beberapa jam lagi.
Berbagai orang telah menyiapkan acara untuk nanti malam, begitu pun aku dan keluargaku. Kami sudah menyiapkan beberapa ekor ayam untuk kami bakar nanti malam. Rencananya malam tahun baru ini kami akan mengadakan bakar ayam bersama saudara-saudara di halaman rumah kami.

Waktu sudah menunjukan pukul 20.00 WIb. Saudara-saudara sudah banyak yang datang. Terdengar Mama memanggilku, "Rin, tuh Om dan Tante Suryo sudah datang berserta Bagus dan Tia". Aku pun berlari menyapa Om dan Tante Suryo, berserta kedua sepupuku. Tawa dan canda riuh bergemuruh dari halaman rumahku. Kami semua larut dalam canda dan tawa. 

Tapi, ada hal yang membuatku aneh. Adikku Frans tidak juga keluar dari kamarnya. Akupun bergegas menuju kamarnya dan segera menyuruhnya bergabung bersama saudara yang lain. Dengan tubuh yang sedikit lemas, ia pun mau beranjak dari tempat tidurnya. Yah, hari itu adikku memang sedang tidak enak badan, dia mengeluh sedang sakit perut.

Waktu pun berlalu, akhirnya ayam yang sudah kami bakar sudah matang dan jam sudah menunjukkan tepat pukul 00.00 WIb, "Selamat Tahun Baruuuuuu" semua bersorak, sambil bersalaman dan berpelukan mengucapkan, Selamat tahun baru. Dan merayakan tahun baru yang meriah itu di halaman rumah kami, dengan segera kamipun menyantap ayam bakar yang terlihat sangat lezat itu. 

Dalam kemeriahan canda dan tawa, aku melihat Frans pergi menuju ke dalam rumah. Akupun mengikutinya, "Frans, kok kamu tidak makan ayamnya, nanti kakak habiskan lho". Dengan muka yang lusuh ia menjawab, "Makan aja kak ayam yang bagian aku, aku ga pengen makan. Perut aku sakit kak. Aduh..". Aku pun berkata, "Perut kamu kenapa sih? BAB kamu ga lancar yaa?", 
Frans hanya menjawab, "Engga tau nih kak, ga kenapa-kenapa kok. Besok juga baikan"

Akhirnya aku meninggalkan Frans beristirahat di kamarnya, dan kembali ke halaman untuk bergabung dengan Sepupuku dan yang lainnya.

Menjelang pagi setelah aku terbangun dari tidur, aku melihat rumahku terlihat sepi. Dalam hati aku bertanya-tanya "Pada kemana pagi-pagi? Kok sepi banget yah?". Tak lama kemudian, Mama dan Frans datang, "Mama habis mengantar frans ke dokter nih. Kata dokter, Frans harus mengurangi makan mie instan. Karena sakitnya ini karena ada gejala Maag". Dengan sedikit mengomel aku berkata kepada Frans, "Lagian sie kamu, terlalu sering makan mie instan. Jadinya begitu deh" Ia pun hanya tersenyum kecil dan bergegas ke kamarnya untuk beristirahat.

Keesokan harinya, akhirnya aku sudah kembali masuk sekolah setelah liburan Natal dan Tahun Baru. Akupun beraktifitas seperti biasa. Sepulang sekolah, entah kenapa aku sangat ingin bertemu Frans. Namun, apa yang kulihat? Mama sedang menemani Frans yang tertidur lemas, dan sudah tak sadarkan diri. Aku bertanya kepada Mama, "Frans Kenapa, Ma?"
Mama menjawab, "Mama ga tau Rin, tadi Mama dengar Frans mengigau. Mama langsung ke kamarnya. Lihat nih, badannya sudah keluar keringat dingin. Banyak banget, Rin"
Aku segera menelpon Papa, dan membawa Frans ke Rumah Sakit.

Dalam perjalanan ke Rumah Sakit, aku melihat Frans sudah tidak bergerak. Tangan dan kakinya sudah mulai dingin. Aku hanya bisa berdoa, "Ya Allah, tolong selamatkan Frans, aku sangat menyayanginya, aku mohon ya Allah".
Aku sudah melihat mama berurai airmata, dan aku menenangkannya. Sesampai di rumah sakit, aku melihat dokter segera memberikan oksigen untuknya. Tak berapa lama, dokter datang menghampiri aku dan Mama, "Maaf  ibu, kami sudah tidak bisa menolong Frans. Yang tabah ya bu"

Mama menangis seketika, dan tubuhnya lemas tersungkur di lantai Rumah Sakit. Kemudian Papa datang dan memeluk Mama, seraya menenangkan Mama. Akupun hanya bisa menangis dan mendekati Frans yang sudah tak bergerak lagi. Dalam hati aku berkata, "Frans, maafin kakak jika punya salah. Kakak sangat amat menyayangi kamu Frans"

Setahun berlalu setelah kepergian Frans, tak pernah bisa aku menghapus rinduku padanya. Setiap saat aku sangat merindukannya. Ingin memeluknya, bercanda dengannya sebelum tidur, bercerita dengannya. Apapun yang aku lakukan dengan Frans, adalah kenangan yang sangat aku rindukan. 

Suatu hari, aku melihat mama dari kamarku, ia sedang duduk sendiri di ruang tamu, "Mama sedang apa di sini? kok duduk sendirian?"
Mama hanya menjawab dengan mata berkaca kaca, "Tadi Mama baru di kasih tau sama Eja, teman sekelasnya Frans. Kata Eja, 3 Hari sebelum tahun baru, waktu Frans latihan Futsal, ternyata Frans terkena tendangan bola. Dan bolanya mengenai perut Frans. Saat itu Frans langsung terjatuh duduk, sambil memegangi perutnya". Mama pun melanjutkan berkata dengan suara yang sudah terbata-bata, "Bolanya itu ditendang sama kakak kelasnya Frans, mungkin maksudnya bercanda, tapi ternyata terlalu keras tendangannya. Kenapa Frans tidak ngomong kalau ia kena bola yah, Rin? Kalau dari awal ngomong, kan langsung diperiksa sama dokter ahli, bukan dokter klinik 24 jam". Kemudian Mamapun menangis. Dan akupun menangis turut menangis.

"Frans, kenapa kamu engga ngomong sama kakak? Kenapa Frans? Kalau kamu ngomong, pasti tidak akan berakhir seperti ini." 
Dadaku sesak, aku sangat terpukul mendengarnya. Kenapa ya Allah? Kenapa harus seperti ini? Aku sangat menyanginya, aku sangat merindukannya, aku sayang Frans. 

Saat ini aku hanya dapat memandangi salah satu mainan puzzle kesukaan Frans, yang kami kumpulkan bersama. Mainan puzzle yang harganya tidak seberapa, tapi sangat berarti untukku dan bagiku mainan itu sangatlah mahal, lebih dari apapun. Mainan ini akan terus aku simpan, sampai kapanpun. Aku sayang kamu Frans, selamanya. Tidurlah dengan tenang, karena kakak akan selalu berdoa untukmu..selalu...


Well, 
Inilah cerita tentang makna cinta seorang kakak terhadap adiknya. Cinta kakak yang mungkin terlihat galak, bawel dan cenderung menggurui. Namun, dalam hatinya yang paling dalam, ia sangat mencintai adiknya. 

Dan janganlah menyimpan sesuatu, yang seharusnya tidak perlu kamu simpan. Jika memang kamu ingin mengatakan semua yang kamu rasa, katakanlah. Baik terhadap orang tua, saudara atau bahkan kepada seseorang yang sangat kamu sayangi dan cintai. Sebelum semuanya terlambat, dan kamu tidak dapat mengatakannya lagi.



I dedicated this story  to : 
My Brother "Kris Tian Juniarto" ( 6 Juni 1990 - 3 Januari 2002)
Semoga selalu tenang di sana, karena doaku selalu menyertaimu..
I Love You So Much, Kris :)




Semoga bermanfaat yaaa..
Maafkan jika ada kata-kata saya yang salah, karena kesalahan milik saya..
dan kesempurnaan milik Allah SWT, Tuhan YME 
(Kaya Bunda Dorce yaaa :D )


cheers as always ;)




Smile - Hal Yang Sederhana, Namun Bermakna



Simak Cerita Pendek yang menggugah jiwa berikut ini :

Seorang ibu yang bekerja siang dan malam, tanpa kenal lelah. Tanpa malu Ia rela bekerja sebagai kuli mencuci dan menggosok hanya untuk membuat anak yang sangat dicintainya dapat bersekolah, layak memakai baju seperti teman-temannya, mempunyai Hp seperti teman-temannya. Sehingga anaknya tidak perlu merasa minder dari teman-tamannya. Karena ia tidak ingin anaknya menjadi bahan ejekan.

Setiap hari ia mengantar pakaian yang sudah ia gosok dan cuci, ke tempat orang yang telah menggunakan jasanya. Tidak pernah terlihat raut lelahnya, tidak pernah terlihat raut sedihnya. Dengan giat ia terus bekerja, tanpa kenal lelah. Dan ia pun terlihat bahagia dikala permintaan anak yang sangat disayanginya terpenuhi. Karena baginya tawa anaknya, adalah kebahagiaan terbesar untuknya.
Sampai akhirnya, kegigihan ia bekerja pun terbayar, ia dapat menyekolahkan anaknya sampai selesai (SLTA). Dan memberikan yang terbaik dan terus berusaha membahagiakan anaknya, meskipun dengan susah payah.

Karena terus bekerja tanpa lelah, ia tidak menyadari bahwa dalam dirinya sudah terdapat penyakit yang cukup parah, semakin lama kondisi jantung dan paru paru nya pun melemah. Ia tidak menghiraukan kesehatannya lagi. Sampai akhirnya ia mengalami komplikasi, dan jatuh sakit.

Terlihat raut nya yang sudah lemah karena sakit, ia pun terus berusaha kuat dan menahan sakitnya.
Anaknya menghampirinya dan berkata "Ibu, tolong cepat sembuh. Aku ingin ibu sembuh seperti sediakala. Kapan ibu sembuh?"
Dan sang ibu menjawab sambil tersenyum "Ibu baik-baik saja nak. Sebentar lagi ibu pasti sembuh. Lihat ibu..ibu masih bisa tersenyum untuk kamu sampai kapanpun. Dan Ibu akan selalu tersenyum untukmu, nak".

Anak itu pun tersenyum dan memeluk ibunya sambil menangis. Ia terus menemani ibunya, sampai akhirnya tertidur. Menjelang pagi, anak itu terbangun dari tidurnya. Ia melihat ibunya yang sedang terlelap. Namun, meskipun sedang tertidur, terlihat senyum di bibir ibu yang sangat ia cintai itu. Ia pun bergegas membangunkan ibunya "Ibu, bangun sudah pagi. Ibu sarapan dulu yah". berkali kali ia terus membangunkan ibunya, tapi tetap saja ibunya tidak terbangun.

Ya...ibu yang sangat dicintainya telah pergi selamanya, meninggalkannya. Ia pun menangis dalam bisu tanpa bisa berbuat apa-apa. Ibu yang selama ini telah menghiasi hari-harinya, telah pergi, dan takkan kembali lagi. Dalam perasaan yang berkecamuk dalam dadanya, ia melihat ibu nya yang sudah tiada.

Ibu...dalam tidur terakhirmu, kaupun tetap memberikan hal terindah yang selama ini pernah ku lihat. Ya ibu, kau telah memberiku senyuman. Senyuman yang tidak akan pernah aku lupakan, selama-lamanya.

Well,.
Ini adalah kisah yang saya tulis terinspirasi dari seseorang yang saya kenal.
Dalam kisah ini, hal yang mungkin terlihat sederhana tapi bermakna. Yeah...senyum (Smile)

Sebuah senyum mungkin bukanlah apa-apa, tapi sangat berarti disaat kita telah kehilangan senyum tersebut dari orang yang sangat berarti, namun tidak mungkin dapat kita lihat lagi. Terutama senyum dari orang yang sangat kita cintai dan telah pergi untuk selamanya.


Oleh karena itu, tersenyumlah selalu untuk orang yang kamu sayangi, disaat masih ada waktu yang berpihak padamu. Tersenyumlah, meskipun hatimu luka. Karena hanya senyumanlah yang dapat menyembunyikan semua lukamu. Apa susahnya tersenyum? kan gratis toh?

Quote about smile :) :
"Smile, even when you feel hurts inside. Just keep smile to let them know that you are okay.."
-Rahayu Suwolo-

Semoga posting-an blog ini bermakna untuk kamu.

Mohon maaf jika terdapat kata-kata saya yang salah.
Karena, kesalahan adalah milik saya,
kesempurnaan milik Allah SWT, Tuhan YME :D


Keep smile yaa..





Cheers as always ;)
Rahayu Suwolo


Blue Flower Design Pointer Blue Flower Design Pointer