}

snow

Many Thanks For Visit My Blog

Minggu, 13 Januari 2013

Inspire - Katakan Semuanya Sebelum Terlambat




Simak Cerita Pendek Berikut ini :

Tahun Baru akan datang dalam beberapa jam lagi.
Berbagai orang telah menyiapkan acara untuk nanti malam, begitu pun aku dan keluargaku. Kami sudah menyiapkan beberapa ekor ayam untuk kami bakar nanti malam. Rencananya malam tahun baru ini kami akan mengadakan bakar ayam bersama saudara-saudara di halaman rumah kami.

Waktu sudah menunjukan pukul 20.00 WIb. Saudara-saudara sudah banyak yang datang. Terdengar Mama memanggilku, "Rin, tuh Om dan Tante Suryo sudah datang berserta Bagus dan Tia". Aku pun berlari menyapa Om dan Tante Suryo, berserta kedua sepupuku. Tawa dan canda riuh bergemuruh dari halaman rumahku. Kami semua larut dalam canda dan tawa. 

Tapi, ada hal yang membuatku aneh. Adikku Frans tidak juga keluar dari kamarnya. Akupun bergegas menuju kamarnya dan segera menyuruhnya bergabung bersama saudara yang lain. Dengan tubuh yang sedikit lemas, ia pun mau beranjak dari tempat tidurnya. Yah, hari itu adikku memang sedang tidak enak badan, dia mengeluh sedang sakit perut.

Waktu pun berlalu, akhirnya ayam yang sudah kami bakar sudah matang dan jam sudah menunjukkan tepat pukul 00.00 WIb, "Selamat Tahun Baruuuuuu" semua bersorak, sambil bersalaman dan berpelukan mengucapkan, Selamat tahun baru. Dan merayakan tahun baru yang meriah itu di halaman rumah kami, dengan segera kamipun menyantap ayam bakar yang terlihat sangat lezat itu. 

Dalam kemeriahan canda dan tawa, aku melihat Frans pergi menuju ke dalam rumah. Akupun mengikutinya, "Frans, kok kamu tidak makan ayamnya, nanti kakak habiskan lho". Dengan muka yang lusuh ia menjawab, "Makan aja kak ayam yang bagian aku, aku ga pengen makan. Perut aku sakit kak. Aduh..". Aku pun berkata, "Perut kamu kenapa sih? BAB kamu ga lancar yaa?", 
Frans hanya menjawab, "Engga tau nih kak, ga kenapa-kenapa kok. Besok juga baikan"

Akhirnya aku meninggalkan Frans beristirahat di kamarnya, dan kembali ke halaman untuk bergabung dengan Sepupuku dan yang lainnya.

Menjelang pagi setelah aku terbangun dari tidur, aku melihat rumahku terlihat sepi. Dalam hati aku bertanya-tanya "Pada kemana pagi-pagi? Kok sepi banget yah?". Tak lama kemudian, Mama dan Frans datang, "Mama habis mengantar frans ke dokter nih. Kata dokter, Frans harus mengurangi makan mie instan. Karena sakitnya ini karena ada gejala Maag". Dengan sedikit mengomel aku berkata kepada Frans, "Lagian sie kamu, terlalu sering makan mie instan. Jadinya begitu deh" Ia pun hanya tersenyum kecil dan bergegas ke kamarnya untuk beristirahat.

Keesokan harinya, akhirnya aku sudah kembali masuk sekolah setelah liburan Natal dan Tahun Baru. Akupun beraktifitas seperti biasa. Sepulang sekolah, entah kenapa aku sangat ingin bertemu Frans. Namun, apa yang kulihat? Mama sedang menemani Frans yang tertidur lemas, dan sudah tak sadarkan diri. Aku bertanya kepada Mama, "Frans Kenapa, Ma?"
Mama menjawab, "Mama ga tau Rin, tadi Mama dengar Frans mengigau. Mama langsung ke kamarnya. Lihat nih, badannya sudah keluar keringat dingin. Banyak banget, Rin"
Aku segera menelpon Papa, dan membawa Frans ke Rumah Sakit.

Dalam perjalanan ke Rumah Sakit, aku melihat Frans sudah tidak bergerak. Tangan dan kakinya sudah mulai dingin. Aku hanya bisa berdoa, "Ya Allah, tolong selamatkan Frans, aku sangat menyayanginya, aku mohon ya Allah".
Aku sudah melihat mama berurai airmata, dan aku menenangkannya. Sesampai di rumah sakit, aku melihat dokter segera memberikan oksigen untuknya. Tak berapa lama, dokter datang menghampiri aku dan Mama, "Maaf  ibu, kami sudah tidak bisa menolong Frans. Yang tabah ya bu"

Mama menangis seketika, dan tubuhnya lemas tersungkur di lantai Rumah Sakit. Kemudian Papa datang dan memeluk Mama, seraya menenangkan Mama. Akupun hanya bisa menangis dan mendekati Frans yang sudah tak bergerak lagi. Dalam hati aku berkata, "Frans, maafin kakak jika punya salah. Kakak sangat amat menyayangi kamu Frans"

Setahun berlalu setelah kepergian Frans, tak pernah bisa aku menghapus rinduku padanya. Setiap saat aku sangat merindukannya. Ingin memeluknya, bercanda dengannya sebelum tidur, bercerita dengannya. Apapun yang aku lakukan dengan Frans, adalah kenangan yang sangat aku rindukan. 

Suatu hari, aku melihat mama dari kamarku, ia sedang duduk sendiri di ruang tamu, "Mama sedang apa di sini? kok duduk sendirian?"
Mama hanya menjawab dengan mata berkaca kaca, "Tadi Mama baru di kasih tau sama Eja, teman sekelasnya Frans. Kata Eja, 3 Hari sebelum tahun baru, waktu Frans latihan Futsal, ternyata Frans terkena tendangan bola. Dan bolanya mengenai perut Frans. Saat itu Frans langsung terjatuh duduk, sambil memegangi perutnya". Mama pun melanjutkan berkata dengan suara yang sudah terbata-bata, "Bolanya itu ditendang sama kakak kelasnya Frans, mungkin maksudnya bercanda, tapi ternyata terlalu keras tendangannya. Kenapa Frans tidak ngomong kalau ia kena bola yah, Rin? Kalau dari awal ngomong, kan langsung diperiksa sama dokter ahli, bukan dokter klinik 24 jam". Kemudian Mamapun menangis. Dan akupun menangis turut menangis.

"Frans, kenapa kamu engga ngomong sama kakak? Kenapa Frans? Kalau kamu ngomong, pasti tidak akan berakhir seperti ini." 
Dadaku sesak, aku sangat terpukul mendengarnya. Kenapa ya Allah? Kenapa harus seperti ini? Aku sangat menyanginya, aku sangat merindukannya, aku sayang Frans. 

Saat ini aku hanya dapat memandangi salah satu mainan puzzle kesukaan Frans, yang kami kumpulkan bersama. Mainan puzzle yang harganya tidak seberapa, tapi sangat berarti untukku dan bagiku mainan itu sangatlah mahal, lebih dari apapun. Mainan ini akan terus aku simpan, sampai kapanpun. Aku sayang kamu Frans, selamanya. Tidurlah dengan tenang, karena kakak akan selalu berdoa untukmu..selalu...


Well, 
Inilah cerita tentang makna cinta seorang kakak terhadap adiknya. Cinta kakak yang mungkin terlihat galak, bawel dan cenderung menggurui. Namun, dalam hatinya yang paling dalam, ia sangat mencintai adiknya. 

Dan janganlah menyimpan sesuatu, yang seharusnya tidak perlu kamu simpan. Jika memang kamu ingin mengatakan semua yang kamu rasa, katakanlah. Baik terhadap orang tua, saudara atau bahkan kepada seseorang yang sangat kamu sayangi dan cintai. Sebelum semuanya terlambat, dan kamu tidak dapat mengatakannya lagi.



I dedicated this story  to : 
My Brother "Kris Tian Juniarto" ( 6 Juni 1990 - 3 Januari 2002)
Semoga selalu tenang di sana, karena doaku selalu menyertaimu..
I Love You So Much, Kris :)




Semoga bermanfaat yaaa..
Maafkan jika ada kata-kata saya yang salah, karena kesalahan milik saya..
dan kesempurnaan milik Allah SWT, Tuhan YME 
(Kaya Bunda Dorce yaaa :D )


cheers as always ;)




Blue Flower Design Pointer Blue Flower Design Pointer