![]() |
| Senangnya Menjadi Ayah |
Ayah...
Ayah adalah sosok yang kamu kagumi, bukan?
Ayah adalah seseorang yang selalu menjaga dan melindungi kamu dalam setiap kondisi..
Ayah adalah seseorang yang selalu memperhatikanmu dengan caranya sendiri..
Sesekali Ayah akan menasihatimu karena ulahmu yang membuatnya jengkel atau sedih..
Ayah..
Banyak yang akan terungkap dari sosok seorang Ayah..
Bagi saya Ayah adalah segalanya, meskipun banyak luka yang telah saya toreh,.
Maafkan aku Ayah..
Lalu, bagaimana jika sosok Ayah yang justru berubah menjadi malapetaka?
Bagaimana sosok yang seharusnya melindungi, lalu justru melukaimu?
Saya tidak habis pikir dengan Ayah yang sanggup memperkosa anak kandungnya sendiri. Seperti yang dialami oleh seorang bocah SD (Kelas 5 SD) yang telah diperkosa oleh Ayahnya sendiri. (baca)
Dan terlebih lagi dilakukan sebanyak lebih dari sekali. Bukankah seorang Ayah adalah panutan untuk anak-anaknya?. Rumah yang seharusnya tempat berlindungpun, seraya berubah menjadi tempat yang paling berbahaya. Bagaimana bisa tega, menyetubuhi darah dagingnya sendiri?
Jika, di dalam rumah pun rasa aman itu hilang?
Dimanakah anak-anak berlindung?
Simak cerpen berikut :
Siang itu ayahku sedang duduk terdiam..
Sambil menghisap rokok kesukaannya dan kopi yang dihidangkan oleh Ibu..
Dari belakangnya seseorang yang sangat dicintainya memeluknya,
"Ayaaaaah" panggil ku mengagetkan Ayah.
"Eh, kamu..sudah sarapan belum, Mel? Kan mau sekolah"
"Sudah, Ayah" Jawabku manja.
Aku adalah putri tunggalnya. Dan itulah yang membuatku sangat manja, karena apapun yang aku minta, akan Ayah berikan.
"Yuk, kita berangkat" Ucap Ayah..
Begitulah setiap hariku, aku selalu diantar oleh Ayah. Karena kantor ayah dan sekolahku searah.
Aku sangat mencintai ayah.
Tak terasa, sekarang aku sudah duduk dibangku SMA (Kelas 1 SMA). Aku mulai mempunyai banyak teman. Aku mulai sibuk dengan kegiatanku, aku mulai sibuk dengan dengan teman-temanku. Akhirnya, nilai raport ku turun drastis. Dengan bijak Ayah menasihatiku. Agar aku mengurangi waktu bermain dengan teman-temanku.
"Kamu jangan kebanyakan main Mel, kalau nilaimu jelek terus Ayah akan bertindak tegas." Ucap Ayah.
"Iya, Ayah. Amel engga akan keseringan maen lagi. Palingan seminggu sekali deh Yah, weekend ajah maennya" Jawabku setengah nyeleneh.
Pada suatu hari aku dikenalkan seorang teman laki-laki oleh teman sekelasku, Dio namanya. Ia sangat baik, dan akhirnya aku pun berpacaran dengannya.
Saat itu Sabtu malam aku pamit kepada Ayah,
"Yah, aku pergi dulu yah. Mau nonton sama teman-teman" Ucapku.
"Kamu pergi dengan siapa saja, Mel?" Tanya Ayah
"Sama Cindy dan Meta ya yah" Jawabku bohong. Padahal aku pergi menonton dengan Dio.
Aku pergi ke suatu mall dengan Dio. Dan pergi menonton dengannya. Tanpa terasa waktu berlalu, aku sampai tidak sadar jika malam sudah sangat larut. Aku pun meminta untuk segera diantar pulang oleh Dio.
"Dio, ayo pulang, Ayahku pasti sudah sangat khawatir denganku" Ucapku pada Dio.
"Iya, nanti yah sehabis makan, kan kita belum makan malam" Jawab Dio.
Akhirnya akupun menuruti Dio untuk makan malam terlebih dahulu, meskipun aku sudah sangat ingin pulang. Aku takut Ayah akan memarahiku.
Setelah makan, akupun meminta Dio untuk mengantarku pulang.
"Dio, Ayo antar aku pulang" Tanyaku.
Dio seperti berpura-pura tidak mendengarku.
"Kita mampir ke rumahku dulu yah? Kamu maukan?" Ucap Dio.
Entah apa yang ada dibenak Dio, kenapa dia justru seperti tidak peduli dengan permintaanku. Kenapa dia justru mengajaknya ke rumahnya? Apa maksudnya?.
Berbagai pikiran takut aku rasakan. Aku sudah merasakan gelagat Dio yang tidak beres. Akupun berdiri dari bangku dan segera pergi untuk pulang naik taksi.
"Kalau begitu, aku pulang sendiri saja naik taksi" Ucapku.
Tanpa terduga Dio menarikku, dan memaksaku masuk ke mobilnya.
Aku terkaget, dan dengan segera berteriak meminta tolong. Dengan segera beberapa orang menghampiriku dan menolongku. Dio pun pergi meninggalkan aku sendirian, dimalam yang semakin larut. Perasaan takut menyelimutiku. Aku duduk sejenak di restoran tadi tempatku makan malam. Aku menangis, dengan segera aku menelpon ayah.
"Ayah, jemput aku" dengan suara terbata-bata dan menjelaskan aku berada dimana.
Tak berapa lama, ayah datang menjemputku dan dengan segera memelukku. Perasaan tenang dan aman aku rasakan. Betapa ayah datang untukku, meskipun aku sudah berbohong kepadanya tadi. Ia menghapus airmataku dan tidak memarahiku.
"Tenang, kamu tidak apa-apakan? tenang yah..kamu sudah aman sekarang Mel"
Tangiskupun semakin keras, perasaan takut dan bersalah kepada Ayah menjadi satu.
"Maafkan Amel, Ayah. Aku sangat menyayangi Ayah" Jawabku lirih.
![]() |
| Ayah |
Meskipun berkali-kali telah membuat kesalahan, Ayah akan memaafkanmu dan selalu menyayangimu..
Dalam keadaan apapun, Ayah akan berusaha untuk melindungimu..
Ayah akan menenangkanmu dalam kegelisahanmu..
Ayah akan mencintai apapun adanya dirimu..
Seharusnya seperti itu..
Bukan justru melukai dan menyakitimu...
Semoga cerita pendek yang sangat sederhana di atas dapat bermanfaat yaa..
Maafkan jika ada kata-kata yang salah :D
Quote :
"Someone who has always loved you no matter what, He is your father"
-unknown-


Tidak ada komentar:
Posting Komentar